Macam – Macam Rasio Keuangan


Menurut Sofyan Syafri Harahap (2013:301) rasio keuangan yang sering digunakan
adalah :

  1. Rasio Likuiditas
    Rasio Likuiditas menggabarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan
    kewajiban jangka pendeknya. Rasio-rasio ini dapat dihitung melalui sumber informasi
    tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan utang lancar.
  2. Rasio Solvabilitas
    Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar
    kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan
    likuidasi. Rasio ini dapat dihitung dari pos-pos yang sifatnya jangka panjang seperti
    aktiva tetap dan utang jangka panjang.
  3. Rasio Rentabilitas / Profitabilitas
    Rasio Rentabilitas / Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan
    mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan
    penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya rasio yag
    menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut juga operating
    ratio.
  4. Rasio Leverage
    Rasio ini menggambarkan hubungan antara utang perusahaan terhadap modal maupun
    asset. Rasio ini dapat melihat seberapa jauh perusahaan yang digambarkan oleh modal
    (equity).
  5. Rasio Aktivitas
    Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan
    operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya.
  6. Rasio Pertumbuhan
    Rasio ini menggambarkan persentasi pertumbuhan pos-pos perusahaan dari tahun ke
    tahun
  7. Rasio Penilaian Pasar
    Rasio ini merupakan rasio yang lazim dan yang khusus dipergunakan di pasar modal
    yang menggambarkan situasi/keadaan prestasi perusahaan di pasar modal. Tidak
    berarti rasio lainnya tidak dipakai.
  8. Rasio Produktivitas
    Rasio ini menunjukan sejauh mana kemampuan karyawan menghasilkan laba.
    Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap lebih produktif.