Hasil belajar merupakan puncak dari keberhasilan belajar siswa
terhadap tujuan belajar yang telah ditetapkan. Hasil belajar siswa dapat
meliputi aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik
(tingkah laku).
Hal ini sesuai dengan pendapat Bettencourt (Suparno, 2012: 61)
yang menuliskan bahwa, ”Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman
siswa dengan dunia fisik dan lingkungannya”. Hasil belajar seseorang
tergantung pada apa yang telah diketahuinya; misal konsep-konsep, tujuan,
dan motivasi yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang
dipelajari.Selanjutnya menurut Chatib (2012: 169-170), “Hasil belajar
tidak hanya terbatas pada tes atau ujian saja tetapi sangat luas. Hasil
belajar dapat dilihat dari; a) perubahan perilaku anak; b) perubahan pola
pikir anak; c) membangun konsep baru”. Keberhasilan belajar siswa dapat
dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut; faktor materi, lingkungan,
instrumen (kurikulum, pengajar/guru, model dan metode mengajar). Untuk
memperoleh hasil belajar yang efektif dan baik, faktor instrumental ini
dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan materi dan subjek
belajar.
Pengertian tentang hasil belajar sebagaimana diuraikan di atas
dipertegas lagi oleh Nawawi dalam K. Brahim (2007:39) yang menyatakan
bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa
dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam
skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran
tertentu. Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar siswa
adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.
Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang
berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif
menetap. Kemajuan prestasi belajar siswa tidak saja diukur dari tingkat
penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan. Dengan
demikian, penilaian hasil belajar siswa mencakup segala hal yang
dipelajari di sekolah, baik itu menyangkut pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan kepada
siswa.
Selanjutnya, dikemukakan oleh Wasliman (2007: 159) bahwa
sekolah merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan hasil belajar
siswa. Semakin tinggi kemampuan belajar siswa dan kualitas pengajaran di
sekolah, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa
