Terdapat beberapa teori yang relevan untuk menjelaskan hubungan antara
kandungan informasi dari berbagai corporate action dengan perkembangan
harga dan risiko saham di pasar modal yaitu (Rahayu, 2010) :
- Signaling Theory
Asumsi utama dalam teori ini adalah bahwa manajer memiliki
informasi yang akurat tentang nilai perusahaan yang tidak diketahui
oleh investor luar dan manajer adalah orang yang selalu berusaha
memaksimalkan insentif yang diharapkannya. Maksudnya adalah
manajer umumnya memiliki informasi yang lebih lengkap dan akurat
daripada pihak luar perusahaan (investor) mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi nilai perusahaan. Teori sinyal mengindikasikan bahwa
pengumuman dalam hal ini adalah right issue dianggap sebagai suatu
sinyal oleh investor yang dapat mempengaruhi nilai saham mereka.
Dengan adanya sinyal dari perusahaan menyebabkan investor
melakukan antisipasi untuk menentukan investasi yang tepat. - Asimetri Informasi
Asimetri informasi sebagai informasi privat yang hanya dimiliki
investor yang memperoleh informasi. Hal ini mengindikasikan bahwa
ada investor yang mempunyai informasi dan ada investor yang tidak
mempunyai informasi. Asimetri informasi dapat berada di pasar modal
yang mungkin akan mengakibatkan kerugian perusahaan yang
menerbitkan saham (emiten). Agar asimetri informasi ini berkurang,
perusahaan emiten harus bersedia memberikan informasi yang dimiliki.
(Rahayu,2010)
