Harga Saham


Saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu
perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan
aktiva perusahaan. Harga sebuah saham sangat dipengaruhi oleh hukum
permintaan dan penawaran, harga suatu saham akan cenderung naik bila suatu
saham mengalami kelebihan permintaan dan cenderung turun jika terjadi
kelebihan penawaran. Harga saham tidak bisa diprediksi atau mempunyai pola
tidak tentu, ia bergerak mengikuti random walk sehingga pemodal harus puas
dengan normal return dengan tingkat keuntungan yang diberikan oleh
mekanisme pasar. Abnormal return hanya mungkin terjadi bila ada sesuatu
yang salah dalam efisiensi pasar, keuntungan abnormal hanya bisa diperoleh
dari permainan yang tidak fair.
Ada 2 macam analisis yang banyak digunakan untuk menentukan harga
saham:

  1. Analisis Teknikal (Technical Analysis), yaitu menentukan harga saham
    dengan menggunakan data pasar dari saham misalnya harga saham,
    volume transaksi saham dan indeks pasar.
  2. Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) atau Analisis Perusahaan
    (Company Analysis), yaitu menentukan harga saham dengan
    menggunakan data fundamental, yaitu data yang berasal dari keuangan
    perusahaan misalnya laba, dividen yang dibayar, penjualan,
    pertumbuhan dan prospek perusahaan dan kondisi industri perusahaan.
    Jika terjadi perbaikan prestasi kondisi fundamental perusahaan (kinerja
    keuangan dan operasional perusahaan), biasanya diikuti dengan
    kenaikan harga saham di lantai bursa. Hal ini disebabkan karena
    investor mempunyai ekspektasi yang lebih besar dalam jangka panjang.
    Informasi tentang perbaikan atau penurunan prestasi biasanya diketahui
    setelah laporan keuangan dikeluarkan. Aksi korporasi seperti
    pembagian dividen, stock split, right issue dan lain-lain akan
    mempengaruhi juga pergerakan harga saham. Disamping itu faktor lain
    yang mempengaruhi pergerakan harga saham adalah faktor makro
    ekonomi, politik, keamanan, sentimen pasar, pengaruh pasar saham
    secara keseluruhan, atau kejadian lain yang dianggap mempengaruhi
    kinerja emiten tersebut (Wahyudi, 2003).