Abnormal return


Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya
terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi
(return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian abnormal return
adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return
ekspektasi.
Untuk mencari abnormal return maka diperlukan perhitungan sebagai
berikut (Jogiyanto, 2000 dalam Indrawan 2009):

(Jogiyanto 2000: 416 dalam Indrawan,2009) menyebutkan tiga model
yang dapat digunakan untuk mengukur ekspektasi return, yaitu :

  1. Model Disesuaikan Rata-rata (Mean Adjusted Model)
    Model ini menganggap return ekspektasi bernilai konstan yang sama
    dengan rata-rata return realisasi sebelumnya selama periode estimasi.
    Periode estimasi ini adalah periode sebelum periode peristiwa atau disebut
    juga periode pengamatan atau jendela peristiwa (event window)
  2. Model Pasar (Market Model)Dalam penelitian ini, penentuan abnormal return dengan menggunakanmetode market model. Pada market model perhitungan return ekspektasidilakukan melalui dua tahapan, yaitu membentuk model ekspektasi denganmenggunakan data actual return dan market return selama periodeestimasi, kemudian menggunakan model ekspektasi tersebut untukmengestimasi return ekspektasi di periode jendela atau event period. Model ekspektasi dapat dibentuk dengan teknik regresi OLS (Ordinary Least Square) dengan persamaan (Jogiyanto, 2015:429)
  3. . Model Disesuaikan Pasar (Market Adjusted Model)Model ini beranggapan bahwa penduga yang terbaik dalam mengestimasimenggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasiuntuk membentuk model estimasi, karena return sekuritas yang diestimasiadalah sama dengan return indeks pasar. Berikut adalah rumus menghitungmarket adjusted model (jogiyanto 2015,408)