Citra merek merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek
dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Citra
terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi
terhadap suatu merek. Konsumen yang memiliki citra yang positif terhadap suatu
merek, akan lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian. American
Marketing Association dalam Kotler dan Keller (2008:258) mendefinisikan merek
sebagai nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasinya, yang
dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual
atau kelompok penjual dan mendiferesiasikan dari barang atau jasa pesaing.
Hubungan terhadap suatu merek akan semakin kuat jika didasarkan pada
pengalaman dan mendapat banyak informasi. Citra atau asosiasi merepresentasikan
persepsi yang bisa merefleksikan kenyataan yang objektif ataupun tidak. Citra yang
terbentuk dari asosiasi inilah yang mendasari dari keputusan membeli bahkan
loyalitas merek dari konsumen.
Citra merek (brand image) menurut Kotler dan Keller (2009) merupakan
sejumlah keyakinan, ide, dan kesan yang dipegang oleh seseorang tentang sebuah
objek. Sedangkan menurut Roslina (2010) mendefinisikan bahwa citra merek
merupakan petunjuk yang akan digunakan oleh konsumen untuk mengevaluasi
produk ketika konsumen tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang suatu
produk. Terdapat kecenderungan bahwa konsumen akan memilih produk yang telah
dikenal baik melalui pengalaman menggunakan produk maupun berdasarkan
informasi yang diperoleh melalui berbagai sumber. Pendapat ini di kuatkan
Tjiptono (2011) citra merek merupakan serangkaian asosiasi yang dipersepsikan
oleh individu sepanjang waktu, sebagai hasil pengalaman langsung maupun tidak
langsung atas sebuah merek
