Pengukuran Kualitas Pelayanan


Menurut Tjiptono (2012:15), pengukuran kualitas pelayanan diperlukan
metode pengukuran yang dapat menggambarkan tingkat kualitas pelayanan.
Model kualitas layanan yang paling populer dan hingga kini banyak dijadikan
acuan dalam riset manajemen dan pemasaran adalah model SERVQUAL
(singkatan dari service quality). Metode ini membandingkan antara harapan dan
persepsi konsumen atas suatu pelayanan. Dalam metode SERVQUAL, kualitas
layanan mengacu pada lima dimensi. Kelima dimensi meliputi:

  1. Bukti langsung (Tangibles)
    Tangibles merupakan bukti nyata dari kepedulian dan perhatian yang
    diberikan oleh penyedia jasa kepada konsumen. Pentingnya dimensi
    tangibles ini akan menumbuhkan image penyedia jasa terutama bagi
    konsumen baru dalam mengevaluasi kualitas jasa. Perusahaan yang
    tidak memperhatikan fasilitas fisiknya akan menumbuhkan
    kebingungan atau bahkan merusak image perusahaan.
  2. Keandalan (Reliability)
    Reliability atau keandalan merupakan kemampuan perusahaan untuk
    melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secara tepat
    waktu. Pentingnya dimensi ini adalah kepuasan konsumen akan
    menurun bila jasa yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
    Jadi komponen atau unsur dimensi reliability ini merupakan
    kemampuan perusahaan dalam menyampaikan jasa secara tepat dan
    pembebanan biaya secara tepat.
  3. Ketanggapan (Responsiveness)
    Responsiveness atau daya tanggap merupakan kemampuan perusahaan
    yang dilakukan oleh langsung karyawan untuk memberikan pelayanan
    dengan cepat dan tanggap.Daya tanggap dapat menumbuhkan persepsi
    yang positif terhadap kualitas jasa yang diberikan.Termasuk
    didalamnya jika terjadi kegagalan atau keterlambatan dalam
    penyampaian jasa, pihak penyedia jasa berusaha memperbaiki atau
    meminimalkan kerugian konsumen dengan segera.Dimensi ini
    menekankan pada perhatian dan kecepatan karyawan yang terlibat
    untuk menanggapi permintaan, pertanyaan, dan keluhan konsumen.Jadi
    komponen atau unsur dari dimensi ini terdiri dari kesigapan karyawan
    dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam melayani
    pelanggan, dan penanganan keluhan pelanggan.
  4. Jaminan (Assurance)
    Assurance atau jaminan merupakan pengetahuan dan perilaku
    employee untuk membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri
    konsumen dalam mengkonsumsi jasa yang ditawarkan.Dimensi ini
    sangat penting karena melibatkan persepsi konsumen terhadap resiko
    ketidakpastian yang tinggi terhadap kemampuan penyedia
    jasa.Perusahaan membangun kepercayaan dan kesetiaan konsumen
    melalui karyawan yang terlibat langsung menangani konsumen. Jadi
    komponen dari dimensi ini terdiri dari kompetensi karyawan yang
    meliputi ketrampilan, pengetahuan yang dimiliki karyawan untuk
    melakukan pelayanan dan kredibilitas perusahaan yang meliputi hal-hal
    yang berhubungan dengan kepercayaan konsumen kepada perusahaan
    seperti, reputasi perusahaan, prestasi dan lain-lain.
  5. Empati (Emphaty)
    Emphaty merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan langsung
    oleh karyawan untuk memberikan perhatian kepada konsumen
    secara individu, termasuk juga kepekaan akan kebutuhan konsumen.
    Jadi komponen dari dimensi ini merupakan gabungan dari akses
    (access) yaitu kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan
    oleh perusahaan, komunikasi merupakan kemampuan melakukan untuk
    menyampaikan informasi kepada konsumen atau memperoleh masukan
    dari konsumen dan pemahaman merupakan usaha untuk mengetahui
    dan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen.