Produk didefinisikan sebagai apa saja yang dapat ditawarkan ke
pasar untuk diperhatikan, diperoleh,digunakan atau dikonsumsi yang
dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Susanto, 2001;
dalam Saputro, 2010) Produk yang ditawarkan dapat meliputi barang
fisik, jasa, orang atau pribadi, tempat, organisasi, dan ide. Jadi, produk
bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat
memuaskan pelanggan. Secara konseptual, produk adalah pemahaman
subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai
usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan
dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas
organisasi serta daya beli pasar. Selain itu produk dapat pula
didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh
produsen melalui hasil produksinya. Secara lebih rinci, konsep produk
total meliputi barang, kemasan, merek, label, pelayanan, dan jaminan
(Tjiptono, 1997). Kotler dan Amstrong (2012) mengartikan kualitas
produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan
fungsinya, meliputi kehandalan, daya tahan, ketepatan, kemudahan
operasi, dan perbaikan produk, serta atribut bernilai lainnya
