Wirawan (2012: 5) berpendapat bahwa kinerja ialah output karyawan yang
diturunkan dari fungsi atau indikator suatu kegiatan yang dirancang untuk
mencapai atau melakukan sesuatu yang hanya membutuhkan personel dan
keterampilan tertentu atau pekerjaan tertentu pada waktu tertentu. Sedangkan
Menurut Bangun (dalam Adamy, 2016: 91) menyatakan bahwa kinerja merupakan
output kerja yang dihasilkan karyawan dalam memenuhi tuntutan pekerjaan,
pekerjaan memiliki persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh karyawan yang
dikenal sebagai standar pekerjaan. Pendapat lain memandang bahwa kinerja
sebagai sarana untuk menunjukkan bahwa individu atau karyawan memahami
harapan mereka dan tetap fokus pada operasi yang efektif dengan berfokus pada
hasil, metrik, dan penilaian (Casio, dalam Wibowo, 2016: 2).
Sementara itu, Wibowo (dalam Abdullah, 2014: 3) menyatakan bahwa
kinerja berasal dari kata “performance” yakni hasil atau prestasi kerja. Namun
harus dipahami juga bahwa kinerja tidak hanya hasil kerja tetapi juga bagaimana
proses bekerja. Pendapat ini sejalan dengan Abdullah (dalam Abdullah, 2014: 3)
yang mengungkapkan bahwa kinerja merupakan terjemahan dari performa/ hasil
kerja /prestasi kerja, secara singkat kinerja merupakan hasil kerja karyawan dalam
sebuah organisasi yang mencerminkan usaha terbaik karyawan sesuai petunjuk ,
arahan dari pimpinan, keterampilan, dan kemampuan karyawan untuk
mengembangkan pikirannya dalam bekerja. Di samping itu, Sinambela, dkk
(dalam Sule & Priansa, 2018: 122) mendefinisikan bahwa kinerja merupakan
kompetensi karyawan dalam bidang keahlian tertentu, dan kinerja pegawai sangat
diperlukan guna untuk mengukur sejauh mana tingkat kemampuan karyawan
dalam menjalankan beban tugasnya. Maka dari itu penting menentukan kriteria
yang jelas dan terukur serta ditetapkan secara kolektif sebagai acuan. Sementara
Bernardin dan Russel (dalam Indrasari, 2017: 50) menyatakan bahwa kinerja
sebagai catatan hasil pekerjaan atau aktivitas tertentu selama periode waktu
tertentu. Hal ini diperkuat oleh Seymour (dalam Priyono, 2014: 185) yang
menyatakan bahwa kinerja dapat diukur. Menurut Bacal (dalam Indrasari,
2017:50) mendefinisikan bahwa kinerja merupakan proses organisasi untuk
memberi evaluasi atau menilai hasil kerja karyawan
