Wahjono, (2010) dalam bukunya perilaku organisasi
menjelaskan bahwa terdapat beberapa pendekatan kepemimpinan
yang dikembangkan oleh Paul Hersey-Blanchard,
mengidentifikasikan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif
tergantung antara beberapa faktor berikut:
1) Orientasi Tugas
Pemimpin yang berorientasi pada tugas menjalankan kontrol
yang ketat, dengan membuat bawahan melakukan tugasnya
sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Jenis
kepemimpinan ini mengandalkan paksaan, penghargaan, dan
hukuman yang dapat mempengaruhi sifat dan kinerja karyawan.
Terdapat beberapa dimensi perilaku tugas, antara lain:
a) Penyusunan tujuan
b) Pengorganisasian
c) Penetapan batas waktu
d) Pengarahan
e) pengendalian
2) Orientasi Hubungan
Pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan kepada
karyawan dan membantu karyawan dalam memenuhi kebutuhan
mereka dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.
pemimpin fokus pada kemajuan dengan karyawan sebagai
pusatnya, pertumbuhan dan pencapaian pribadi pengikut.
a. Memberikan dukungan
b. Komunikasi
c. Memudahkan interaksi
d. Aktif mendengarkan
e. Memberikan umpan balik
3) Orientasi Kematangan
Kematangan bawahan merupakan kemampuan individu
karyawan dalam bertanggung jawab terhadap tugas yang
diberikan kepadanya sehingga mampu mengarahkan perilaku
bawahan. Karyawan yang mempunyai kesiapan dalam suatu
pekerjaan tidak berarti bahwa orang tersebut juga mempunyai
tingkat kesiapan yang sama untuk pekerjaan lainnya. Terdapat
dua dimensi dalam tingkat kematangan, antara lain:
a. Matang karena mampu (mempunyai pengetahuan,
pengalaman, keterampilan individu dalam melaksanakan
pekerjaan)
b. Mempunya kesiapan melakukan pekerjaannya dikarenakan
rasa yakin dan motivasi yang tinggi
