Menurut Sukardi & Purwanto, (2022) motivasi kerja adalah
suatu proses dimana kebutuhan mendorong seseorang untuk
melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah tercapainya tujuan
tertentu. Setiap organisasi tentu saja ingin merealisasikan visi dan
misi yang telah ditetapkan bersama, oleh karena itu peran karyawan
sangat dibutuhkan. Motivasi (dorongan atau stimulasi) dapat
digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Motivasi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: paksaan
dan hukuman, penghargaan atau pujian, dan menciptakan
persaingan. Tujuan dan harapan yang jelas, realistis, dan mudah
dicapai juga dapat digunakan sebagai motivasi. Jika bawahan
merasa bahwa harapannya tidak realistis, mereka tidak akan
termotivasi untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi.
Teori motivasi manusia yang dikembangkan oleh Malthis (2006)
mengelompokkan kebutuhan manusia menjadi lima kategori yang
naik dalam urutan tertentu. Sebelum kebutuhan lebih mendasar
terpenuhi, seseorang tidak akan berusaha untuk memenuhi
kebutuhan yang lebih tinggi. Hierarki Maslow yang terkenal terdiri
atas kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keselamatan dan
keamanan, kebutuhan akan kebersamaan, kasih sayang, dan
kebutuhan akan aktualisasi diri. Kebutuhan seseorang merupakan
dasar untuk model motivasi. Kebutuhan adalah kekurangan yang
dirasakan oleh seseorang pada saat tertentu yang menimbulkan
tegangan yang menyebabkan timbulnya keinginan.
Karyawan akan berusaha untuk menutupi kekurangannya
dengan melakukan suatu aktivitas yang lebih baik dalam
melaksanakan pekerjaannya. Dengan melakukan aktivitas yang
lebih banyak dan lebih baik, karyawan akan memperoleh hasil yang
lebih baik pula sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Keinginan
yang timbul dalam diri karyawan dapat berasal dari dalam dirinya
sendiri maupun berasal dari luar dirinya, baik yang berasal dari
dalam lingkungan kerjanya maupun dari luar lingkungan kerjanya
