Menurut Chen (2018) dalam penelitiannya terdapat beberapa indikator yang
digunakan untuk mengukur green brand image, yaitu:
- Merek dianggap sebagai tolak ukur komitmen lingkungan (Brand from green
product creative industry as a benchmark commited to environmentally friendly)
Konsumen menganggap bahwa merek dapat digunakan sebagai tolak ukur
komitmen lingkungan dimana merek akan memberikan nilai tambah pada produk
ramah lingkungan yang dipakai atau digunakan konsumen untuk dapat
mengurangi kerusakan lingkungan. - Merek memiliki professional tentang reputasi lingkungan (The reputation of green
brand is handled professionally)
Merek memiliki keunggulan reputasi lingkungan dalam melindungi lingkungan,
sehingga hal tersebut dapat menjadi daya tarik konsumen untuk membeli produk
ramah lingkungan. - Kesuksesan merek dalam kinerja lingkungan (Green brand successfully achieve
environmental performance)
Kesuksesan merek dalam upaya melindungi dan melestarikan lingkungan akan
membuat perilaku pembelian konsumen beralih pada produk ramah lingkungan. - Merek memiliki kepedulian terhadap lingkungan (Green brand care about the
environment)
Harapan konsumen akan kepedulian lingkungan yang merek tersebut tunjukan
akan membuat konsumen memakai atau menggunakan produk ramah lingkungan
tersebut. - Merek dapat dipercayai tentang janji kelestarian lingkungan (Green brand keeping
promises on the environment)
Konsumen percaya bahwa merek memiliki janji untuk menampilkan produk ramah
lingkungan yang berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan
