Menurut Derlega dan Grzelak (dalam O’Sears, dkk, 2009) ada lima
fungsi keterbukaan diri, yaitu:
1) Ekspresi, mengatakan apa yang dirasakan dan bercerita tentang
kekesalan hidup, keterbukaan diri seperti ini memberi kesempatan
untuk mengekspresikan perasaan yang di rasa.
2) Penjernihan diri, dengan berbagi perasaan dan pengalaman pada
seorang teman dapat meningkatkan pemahaman siapa dirinya yang
sebenarnya. Membicarakan masalah yang dihadapi dengan seorang
teman, membuat pikiran menjadi jernih dan dapat mengetahui titik dari
permasalahan.
3) Keabsahan sosial, dengan memceritakan apa yang dirasakan membuat
teman lawan bicara memberi repon atau tanggapan yang membuat
pengetahuan suatu realitas sosial.
4) Kendati sosial, dengan pengungkapan diri, maka kita dapat
mengemukakan atau mnyembunyikan informasi tentang diri kita
sebagai peranti kendali sosial.
5) Perkembangan hubungan, saling berbagi informasi dan saling
mempercayai merupakan sarana untuk menjalin suatu hubungan atau
menambah keakraban
