Manajemen Kesiswaan (Peserta Didik)


Hakekat sebagai manusia peserta didik mempunyai kesamaan antara yang satu dengan
lainnya. Fakta menunjukkan bahwa tidak ada anak yang lebih manusiawi dibandingkan
dengan anak lainnya. Adanya kesamaan-kesamaan yang dipunyai anak juga akan
melahirkan konsekuensi adanya kesamaan hak-hak yang harus mereka dapatkan.
Diantara hah-hak tersebut, yang juga tidak kalah pentingnya adalah hak untuk
mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Selain anak-anak diyakini mempunyai
kesamaan-kesamaan, pada dasarnya setiap anak mempunyai keunikan tersendiri.
Manajemen peserta didik, adalah kegiatan yang bermaksud untuk mengatur layanan
pendidikan dapat dipenuhi di sekolah. Sebagai akibat dari adanya keunikan dari setiap
peserta didik, maka akan ada peserta didik yang lambat dan ada peserta didik yang cepat
perkembangannya.kompetisi yang sehat akan memungkinkan jika ada usaha dan
kegiatan manajemen, ialah manajemen peserta didik, demikian juga peserta didik yang
bermasalah sebagai akibat dari adanya kompetisi akan dapat ditangani dengan baik.
Upaya pengembangan diri biasanya ada banyak kebutuhan yang tarik-menarik dalam
hal prioritas pemenuhannya. Pada satu sisi para peserta didik ingin sukses dalam hal
prestasi akademiknya, di sisi lain ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan sebayanya.
Bahkan tidak itu saja dalam hal mengejar keduanya, ia ingin senantiasa berada dalam
keadaan sejahtera, tidak jarang menimbulkan masalah bagi para peserta didik. Oleh
karena itu diperlukan layanan tertentu yang dikelola dengan baik. Manajemen peserta
didik berupaya mengisi kebutuhan tersebut.
Pengertian Manajemen Kesiswaan (peserta didik) menurut Arikunto dan Lia (2009:57)
Manajemen kesiswaan adalah kegiatan perencanaan siswa mulai dari proses
penerimaan hingga siswa tersebut lulus dari sekolah yang disebabkan karena
tamat atau sebab lain, jenis-jenis kegiatan manajemen kesiswaan dapat
diidentifikasi dengan cara menggambarkannya dalam proses transformasi sekolah.
Dengan melihat pada proses memasuki sekolah sampai meninggalkannya terdapat
4 kelompok manajemen yaitu: (1) penerimaan siswa, (2) ketatausahaan siswa, (3)
pencatatan bimbingan dan penyuluhan, (4) pencatatan prestasi belajar.
Berdasarkan pada pendapat di atas maka manajemen kesiswaan (peserta didik) meliputi
sebagai berikut:

  1. Penerimaan peserta didik baru, merupakan peristiwa penting bagi suatu sekolah,
    karena peristiwa ini merupakan titik awal yang menentukan kelancaran tugas di
    sekolah. Kesalahan penerimaan siswa baru dapat menentukan sukses tidaknya usaha
    pendidikan sekolah yang bersangkutan, kapan penerimaan peserta didik baru
    dilakukan. Oleh karena penerimaan peserta didik baru bukanlah hal yang ringan.
  2. Ketatausahaan peserta didik, sebagai tindak lanjut dari penerimaan peserta didik
    maka kini menjadi tugas tata usaha sekolah untuk memproses peserta didik. Catatan-
    catatan ketatausahaan ada dua jenis yaitu (1) untuk seluruh sekolah terdiri dari: buku
    induk, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat data semua anak yang pernah dan
    sedang mengikuti pelajaran di suatu sekolah. Catatan dalam buku induk meliputi:
    nomor urut, nomor induk (urut sesuai tanggal mendaftar) nama, jenis kelamin,
    tanggal lahir, nama orang tua, pekerjaan orang tua, alamat orang tua/wali, tanggal
    keluar/meninggalkan sekolah, dan kolom keterangan. Buku klapper, yaitu buku
    pelengkap buku induk yang dituliskan menurut abjad dan fungsi untuk membantu
    petugas dalam mencari data dari buku induk. Dengan menuliskan nama anak
    menurutkan abjad pada lembar-lembar khusus akan dapat diketahui dengam cepat
    nomor induk anak tersebut (anak yang dimaksud). Data lengkap dapat dicari dalam
    buku induk. Hal-hal yang dapat dimuat dalam buku klapper antara lain: nomor
    induk, nama, nama orang tua/wali, alamat orang tua/wali. Penentuan nama dan
    alamat orang tua/wali adalah untuk membantu petugas jika ternyata ada nama anak
    yang sama. Catatan tata tertib Sekolah, yaitu catatan atau peraturan yang bukan
    hanya diperlukan bagi peserta didik saja, tetapi juga untuk guru dan karyawan lain.
    Tata tertib peserta didik adalah suatu peraturan untuk mengatur sikap anak-anak di
    dalam satu sekolah, (2) catatan-catatan untuk masing-masing sekolah, dalam bagian
    ini telah dikhususkan pada masalah ketatausahaan peserta didik walaupun di sekolah
    sudah ada catatan untuk seluruh sekolah, tetapi perlu adanya catatan-catatan khusus
    untuk masing-masing kelas