Menurut Hasibuan (2019: 194-198) Pada dasarnya banyak indikator yang
mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan dalam organisasi, diantaranya:
- Tujuan dan Kemampuan
Tujaun yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup
menantang bagi kemampuan karyawan. Hal ini berarti bahwa tujuan yang
dibebankan kepada karyawan harus sesuai dengan kemampuan karyawan, agar
dia bekerja dengan baik dan disiplin dalam mengerjakannya. - Teladan Pemimpin
Pimpinan harus memberi contoh yang baik, berdisplin baik, jujur, adil, serta
sesuai dengan kata dengan perbuatan. Dengan adanya teladan pemimpin yang
baik, kedisiplinan bawahan pun akan ikut baik. - Balas jasa
Balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan karyawan terhadap
perusahaan/pekerjaannya. Jika kecintaan karyawan semakin baik terhadap
pekerjaan, kedisiplinan mereka akan semakin baik-baik pula. - Keadilan
Keadilan yang dijadikan dasar kebijakan dalam pemberian balas jasa
(pengakuan) atau hukuman akan merangsang terciptanya kedisiplinan
karyawan yang baik. - Waskat (Pengawasan Melekat)
Waskat adalah tindaka nyata dan paling efektif dalam mewujudkan
kedisiplinan karyawan perusahaan. Dengan waskat berarti atasan harus aktif
dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja, dan prestasi kerja
bawahannya. - Sanksi Hukuman
Sanksi hukuman hendaknya cukup wajar untuk setiap tingkatan yang
indisipliner, bersifat mendidik, dan menjadi alat motivasi untuk memelihara
kedisiplinan dalam perusahaan. - Ketegasan
Pemimpin harus berani dan tegas, bertindak untuk menghukum setiap
karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman yang telah
ditetapkan. Dengan demikian, pimpinan akan dapat memelihara kedisiplinan
karyawan perusahaan. - Hubungan Kemanusiaan
Hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama karyawan ikut
menciptakan kedisiplinan yang baik pada suatu perusahaan.
