Definisi Kebutuhan Afiliasi


Menurut Murray (dalam Rinjani & firmanto, 2013).kebutuhan berafiliasi adalah
keinginan untuk mendekat atau keinginan untuk kerjasama dengan orang lain,
menyenangkan dan mendapat afeksi dari orang lain, dan setia terhadap teman. Dalam
kebutuhan berafiliasi ini terkandung kepercayaan, kemauan baik, afeksi, kasih, dan
empati yang simpatik yang dimanifestasikan dalam sikap bersahabat, sosial,
menyenangkan, penuh kasih dan kepercayaan, dan bersifat baik.
Murray (Baron & Byrne, 2003) juga mengatakan bahwa kebutuhan afiliasi
terkait dengan kecenderungan untuk membentuk pertemanan dan untuk bersosialisasi,
untuk berinteraksi secara dekat dengan orang lain, untuk bekerjasama dan
berkomunikasi dengan orang lain dengan cara yang besahabat, dan untuk jatuh cinta.
McClelland (1987) menyatakan bahwa kebutuhan afiliasi merupakan kebutuhan akan
kehangatan dan sokongan dalam hubungannya dengan orang lain, kebutuhan ini
mengarahkan tingkah laku untuk mengadakan hubungan secara akrab dengan orang
lain. McClelland juga mengatakan bahwa kebutuhan afiliasi adalah dorongan untuk
ramah, berhubungan secara hangat dengan orang lain, dan menjaga hubungan itu
sebaik-baiknya.
26
Afiliasi merupakan hubugan dalam menjalin persahabatan dimana hubungan
tersebut di pertahankan dan dijaga dengan baik. Seperti yang diungkapkan oleh
Muray bahwa kebutuhan afiliasi adalah kebutuhan untuk mendekatkan diri, bekerja
sama atau membalas ajakan orang lain yang bersekutu/orang yang menyukai (dalam
Pratama, 2010).Seperti yang dikatakan oleh Munandar (2006), orang-orang dengan
kebutuhan afiliasi yang tinggi adalah orang-orang yang berusaha mendapatkan
persahabatan. Mereka ingin disukai dan diterima oleh orang lain (dalam Rinjani &
Firmanto, 2013).
Jadi kebutuhan afiliasi adalah kebutuhan untuk mengenal orang lain, untuk
berinteraksi dengan orang lain dan berada bersama orang lain dan kebutuhan ini pada
umumnya tercermin pada keinginan situasi yang bersahabat dalam interaksi seorang
dengan orang lain.