Brand Image


Merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten
memberikan feature, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli,
bukan hanya sekedar simbol yang membedakan produk perusahaan
tertentu dengan kompetitornya (Kotler, 2005). Kotler dan Amstrong
(2008) mempunyai pendapat bahwa merek merupakan nama, istilah,
tanda, simbol, desain atau kombinasi yang ditujukan untuk
mengidentifikasi barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan
sekaligus sebagai diferensiasi produk.
Dari uraian definisi diatas dapat disimpulkan bahwa merek
adalah nama, istilah, tanda, simbol atau desain dari produk atau jasa
atau kombinasi keseluruhan yang dimaksud untuk mengidentifikasi
barang dan jasa dari seseorang atau kelompok penjual dan untuk
membedakan dari produk pesaing. Merek juga dapat meninggalkan
citra dan pengalaman dibenak konsumen mengenai keuntungan dari
produk yang diproduksi dari perusahaan.
Menurut Kotler dan Keller (2008), ada dua langkah utama
dalam membangun brand yang kuat, pertama dimulai dengan
membangun value position dan kedua adalah build the brand.
Langkah pertama lebih kepada positioning atau yang lebih tepat lagi
adalah differentiation. Langkah kedua melibatkan pemilihan nama
brand, menumbuhkan asosiasi dengan nama brand, dan yang
terakhir adalah mengelola semua kontak antara brand dengan
pelanggan sehingga image dari brand tersebut diterima secara
konsisten dan memenuhi customer expectations.
Kotler (2005), mengatakan bahwa merek merupakan janji
penjual untuk secara konsisten memberikan feature, manfaat dan
jasa tertentu kepada pembeli, bukan hanya sekedar simbol yang
membedakan produk perusahaan tertentu dengan kompetitornya,
merek bahkan dapat mencerminkan enam makna, yaitu:
1) Atribut
Setiap merek memiliki atribut, dimana atribut ini
perlu dikelola dan diciptakan agar konsumen dapat
mengetahui dengan pasti atribut-atribut apa saja yang
terkandung dalam suatu merek.
2) Manfaat
Merek juga memiliki serangkaian manfaat.
Konsumen tidak membeli atribut, mereka membeli
manfaat. Produsen harus dapat menterjemahkan atribut
menjadi manfaat fungsional maupun manfaat
emosional.
3) Nilai
Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai bagi
konsumen. merek memiliki nilai tinggi akan dihargai
oleh konsumen sebagai merek yang berkelas, sehingga
dapat mencerminkan siapa pengguna merek tersebut
4) Budaya
Merek juga mewakili budaya tertentu. Misalnya
Mercedez mewakili budaya Jerman yang terorganisasi
dengan baik, memiliki cara kerja yang efisien dan selalu
menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
5) Kepribadian
Merek juga memiliki kepribadian yaitu kepribadian
bagi penggunanya. Diharapkan dengan menggunakan
merek, kepribadian si pengguna akan tercermin
bersamaan dengan merek yang digunakan.
6) Pemakai
Merek juga menunjukan jenis konsumen pemakai
merek tersebut. Itulah sebabnya para pemasar selalu
menggunakan analogi orang-orang terkenal untuk
penggunaan mereknya.
Citra sebagai seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang
dimiliki seseorang terhadap suatu obyek (Kotler, 2005). Menurut
Kotler dan Keller (2008) menyatakan bahwa setiap produk yang
terjual di pasaran memiliki citra tersendiri di mata konsumennya
yang sengaja diciptkan oleh pemasar untuk membedakannya dari
para pesaing mereka.