Indikator Kinerja Karyawan


Indikator kinerja menurut Kasmir (2018:208) adalah sebagai berikut :
1) Kualitas (Mutu)
Pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan melihat kualitas
pekerjaan yang dihasilkan melalui suatu proses tertentu.
2) Kuantitas (jumlah)
Untuk melihat kinerja dapat pula dilakukan dengan melihat dari
kuantitas (jumlah) yang dihasilkan oleh seseorang
3) Waktu (jangka waktu)
Untuk jenis pekerjaan tertentu diberikan batas waktu dalam
menyelesaikan pekerjaannya
4) Penekanan biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap aktivitas perusahaan sudah
dianggarkan sebelum aktivitas dijalankan. Artinya dengan biaya yang
sudah dianggarkan tersebut merupakan sebagai acuan agar tidak
melebihi dari yang sudah dianggarkan.
5) Pengawasan
Hampir seluruh jenis pekerjaan perlu melakukan dan memerlukan
pengawasan terhadap pekerjaan yang sedang berjalan
6) Hubungan antar karyawan
Penilaian kinerja sering kali dikaitkan dengan kerjasama atau
kerukunan antar karyawan dan atau antar pimpinan.
Sedangkan menurut Fasha & Lestari (2019:3) menyatakan bahwa
Terdapat 4 indikator kinerja pegawai:
1) Kebutuhan untuk berprestasi, yaitu pegawai memiliki rasa ingin
mencapai prestasi di perusahaan tempat ia bekerja.
2) Kebutuhan akan kekuasaan, yaitu keinginan pegawai untuk
menduduki jabatan tertentu di dalam perusahaan.
3) Kompensasi, yaitu bentuk motivasi karyawan agar berusaha mencapai
kinerja yang maksimal bagi kepentingan pegawai.
4) Kebijakan pimpinan, yaitu bagaimana pimpinan dapat memberikan
kebijakan yang memotivasi karyawan agar mau bekerja sesuai dengan
tujuan perusahaan.