Dalam mengukur variable komitmen terdapat beberapa dimensi dan
indikator yang mempengaruhi karyawan dalam menjalankan tugas yang diberikan
kepadanya. Berikut adalah yang menjadi dimensi dan indikator komitmen organiasi
yang dikemukakan Darmawan (2018:169) ada 3 dimensi organisasi yaitu:
- Komitmen Afektif
Komitmen Afektif (affective commitment), merupakan keterikatan emosional t
erhadap organisasi dan kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi.
a. Keinginan berkarir di organisasi.
b. Rasa percaya terhadap organisasi
c. Pengabdian kepada organisasi - Komitmen Berkelanjutan
Komitmen berkelanjutan (continuance commitment) yang tinggi akan bertahan
di organisasi, bukan karena alasan emosional, tetapi karena adanya kesadaran
dalam individu tersebut akan kerugiaan yang akan dialami jika meninggalkan
organisasi.
a. Kecintaan karyawan kepada organisasi
b. Keinginan bertahan dengan pekerjaannya
c. Bersedia mengorbankan kepentingan pribadi
d. Keterikatan karyawan kepada pekerjaan
e. Tidak nyaman meninggalkan pekerjaan saat ini - Komitmen Normatif
Komitmen normatif (normative commitment) merupakan suatu keharusan untuk
tetap menjadi anggota organisasi karena alasan moral atau alasan etika. - Kesetiaan terhadap organisasi
a. Kebahagiaan dalam bekerja
b. Kebanggaan bekerja pada organisasi
c. Merasa malu untuk meninggalkan organisasi
Berdasarkan pemaparan Allen dan Meyer dalam Darmawan (2018:169)
Seseorang dikatakan memiliki komitmen organisasi dapat dikenali dengan
kepercayaan dan penerimaan yang kuat terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi,
kemauan yang kuat untuk bekerja demi organisasi dan keinginan yang kuat untuk
tetap menjadi anggota organisasi
