Self-efficacy mempunyai bentuk sendiri-sendiri. Terdapat beberapa orang
yang memiliki self-efficacy tinggi yaitu lebih aktif, mampu belajar dari masa lalu,
mampu merencanakan tujuan dan membuat rencana kerja, lebih kreatif
menyelesaikan masalah sehingga tidak merasa stres serta selalu berusaha lebih
keras untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Bentuk-bentuk self-efficacy
membuat individu lebih sukses dalam pekerjaan dibandingkan dengan individu
yang mempunyai self-efficacy yang rendah dengan ciri-ciri yaitu pasif dan sulit
menyelesaikan tugas, tidak berusaha mengatasi masalah, tidak mampu belajar dari
masa lalu, selalu merasa cemas, sering stres dan terkadang depresi ( Putri, 2012 ).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang
memiliki self-efficacy yang tinggi adalah individu yang memiliki pandangan
positif terhadap kegagalan dan menerima kekurangan yang dimilikinya, apa
adanya, lebih aktif, dan dapat menjadikan masa lalu sebagai pengalaman danUNIVERSITAS MEDAN AREA
50
proses belajar untuk menjadi sukses, sehingga tidak ada stres dan kecemasan
dalam kondisi yang memiliki hambatan .
7.Karakteristik Individu yang Memiliki Self-Efficacy Tinggi dan Rendah.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki self-efficacy dalam dirinya
masing-masing. Hal yang membedakannya adalah seberapa besar tingkat self-
efficacy tersebut, apakah tergolong tinggi atau rendah, menurut Bandura (dalam
Alwisol, 2007) bahwa ciri pola-pola tingkah laku individu yang memiliki self-
efficacy tinggi dan rendah. Individu yang memiliki self-efficacy tinggi memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
a.Aktif memilih kesempatan terbaik.
b.Mengelola situasi, menetralkan halangan
c.Menetapkan tujuan dengan menciptakan standard
d.Mencoba dengan keras dan gigih
e.Secara kreatif memecahkan masalah
f.Belajar dari pengalaman masa lalu
g.Memvisualisasikan kesuksesan’
h.Membatasi stres
i.Mempersiapkan, merencanakan dan melaksanakan tindakan.
Individu yang memiliki self-efficacy rendah, mereka memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
a.Pasif
b.Menghindari tugas-tugas yang sulit
c.Mengembangkan aspirasi yang lemah dan komitmen yang rendah
d.Memusatkan diri pada kelemahan diri sendiri
e.Tidak pernah mencoba
f.Menyerahkan masa lalu karena kurangnya kemampuan atau nasib buruk
g.Menyalahgunakan masa lalu karena kurangnya kemampuan atau nasib buruk
h.Khawatir, mengalami stress, menjadi depresi, merasa tidak berdaya
i.Memikirkan alasan / pembenarannya untuk kegagalannya
