Aspek-Aspek Self- Efficacy


Menurut Bandura (dalam Alwisol. 2007), self-efficacy pada diri tiap
individu akan berbeda antara satu individu dengan yang lainnya berdasarkan tiga
dimensi. Berikut adalah tiga dimensi tersebut.
1.Dimensi tingkat level (level)
Dimensi ini berkaitan dengan derajat kesulitan tugas ketika individu merasa
mampu untuk melakukannya. Apabila individu dihadapkan pada tugas-tugas yang
disusun menurut tingkat kesulitannya, maka self–efficacy individu mungkin
akan terbatas pada tugas-tugas yang mudah, sedang, atau bahkan meliputi
tugas-tugas yang paling sulit, sesuai dengan batas kemampuan yang dirasakan
untuk memenuhi tuntutan perilaku yang dibutuhkan pada masing-masing
tingkat. Dimensi ini memiliki implikasi terhadap pemilihan tingkah laku yang
dirasa mampu dilakukannya dan menghindari tingkah laku yang berada di luar
batas kemampuan yang dirasakannya.

  1. Dimensi kekuatan (Strength)
    Dimensi ini berkaitan dengan tingkat kekuatan dari keyakinan atau pengharapan
    individu mengenai kemampuannya.Pengharapan yang lemah mudah digoyahkan
    oleh pengalaman-pengalaman yang tidak mendukung.Sebaliknya, pengharapan
    yang baik mendorong individu tetap bertahan dalam usahanya. Meskipun
    mungkin ditemukan pengalaman yang kurang menunjang. Dimensi ini biasanya
    berkaitan langsung dengan dimensi level, yaitu makin tinggi level taraf kesulitan
    tugas, makin lemah keyakinan yang dirasakan untuk menyelesaikannya.
  2. Dimensi generalisasi (Geneality)
    Dimensi ini berkaitan dengan luas bidang tingkah laku yang mana individu
    merasa yakin akan kemampuannya, apakah terbatas pada suatu aktivitas dan
    situasi tertentu atau pada serangkaian aktivitas dan situasi yang bervariasi.
    Menurut Putri ( 2012 ) bahwa tingkat self-efficacy yang dimiliki oleh
    individu dapat dilihat dari orang yang memiliki self-efficacy yang positif, dan hal
    ini dapat diketahui dari beberapa aspek berikut ini :
    a.Keyakinan akan kemampuan diri yaitu sikap positif seseorang tentang dirinya
    bahwa ia mengerti sungguh-sungguh akan apa yang dilakukan.
    b.Optimis yaitu sikap positif seseorang yang selalu berpandangan baik dalam
    menghadapi segala hal tentang diri, harapan dan kemampuannya.
    c.Objektif yaitu orang yang percaya diri, memandang permasalahan atau sesuatu
    sesuai dengan kebenaran yang semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi
    atau yang menuntut dirinya sendiri.
    d.Bertanggung jawab yaitu kesediaan orang yang menanggung segala sesuatu
    yang telah menjadi konsekuensinya.
    e.Rasional dan realistis yaitu analisa terhadap suatu masalah, sesuatu hal, sesuatu
    kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima oleh akal dan
    sesuai dengan kenyataan