Berikut ini merupakan beberapa teori motivasi menurut beberapa ahli, adalah
sebagai berikut:
1) Teori Motivasi Maslow (Teori Hierarki Kebutuhan)
Pada teori ini, Maslow mengklasifikasikan kebutuhan manusia yang diurutkan
menjadi lima kategori. Hierarki kebutuhan Maslow terdiri atas:
a) Kebutuhan Fisiologis
Makanan, air, seks, tempat perlindungan
b) Kebutuhan Rasa aman perlindungan terhadap bahaya, ancaman, dan
jaminan keamanan.
Perilaku yang menimbulkan ketidakpastian berhubungan dengan
kelanjutan pekerjaan atau yang merefleksikan sikap dan perbedaan,
kebijakan administrasi yang tidak terduga akan menjadi motivator yang
sangat kuat dalam hal rasa aman pada setiap tahap hubungan kerja.
c) Kebutuhan Sosial
Memberi dan menerima cinta, persahabatan, kasih saying, harta milik,
pergaulan, dukungan. Jika dua tingkat kebutuhan pertama terpenuhi
seseorang menjadi sadar akan perlunya kehadiran teman.
d) Kebutuhan Harga Diri
Kebutuhan akan prestasi, kecukupan, kekuasaan, dan kebebasan. Intinya
hal ini merupakan kebutuhan untuk kemandirian atau kebebasan. Status,
pengakuan, penghargaan, dan martabat. Kebutuhan ini merupakan
kebutuhan akan harga diri.
e) Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan untuk menyadari kemampuan seseorang untuk kelanjutan
pengembangan diri dan keinginan untuk menjadi lebih dan mampu untuk
menjadi orang. (Kondisi kehidupan industri modern hanya memberi sedikit
kesempatan untuk kebutuhan mengaktualisasikan diri untuk menemukan
pernyataan) (Kadji, 2012)
2) Teori Motivasi prestasi dari Mc. Clelland
Dasar dari teori ini adalah kekuatan yang ada dalam diri sendiri, seseorang
dikatakan memiliki motivasi prestasi jika dia mempunyai keinginan untuk
berprestasi lebih baik dari yang lain pada berbagai keadaan.
Teori Kebutuhan McClelland Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga
kebutuhan: prestasi [achievement], kekuasaan [power], dan afiliasi (pertalian).
Kebutuhan ini ditetapkan sebagai berikut:
a) Kebutuhan akan prestasi:
Dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan
seperangkat standar, berusaha keras untuk sukses.
b) Kebutuhan akan kekuasaan:
Kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara yang
orang-orang itu [tanpa dipaksa] tidak akan berperilaku demikian.
c) Kebutuhan akan afiliasi:
Hasrat untuk hubungan antarpribadi yang ramah dan akrab (Kadji, 2012).
3) Teori Motivasi X dan Y dari Mc. Gregor
Teori X dan Y merupakan teori gabungan dari teori motivasi Internal dan
Eksternal yang merupakan rumusan dari dua perbedaan dasar yang dimiliki
oleh manusia.
Teori X dan Teori Y Douglas McGregor (dalam Stephen Robbins, 2003:310)
mengemukakan dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia: pada
dasarnya satu negatif, yang ditandai sebagai Teori X, dan yang lain positif, yang
ditandai dengan Teori Y. Setelah memandang cara para manajer menangani
karyawan,
a) Teori X
Ada empat pengandaian yang dipegang para manajer adalah sebagai
berikut:
i. Karyawan secara inheren [tertanam dalam dirinya] tidak menyukai
kerja dan, bilamana dimungkinkan, akan mencoba menghindarinya.
ii. Karena karyawan tidak menyukai kerja, mereka harus dipaksa,
diawasi, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
iii. Karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari pengarahan
formal bilamana dimungkinkan, dan
iv. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan di atas semua faktor lain
yang dikaitkan dengan kerja dan akan menunjukkan sedikit saja
ambisi.
Kontras dengan pandangan negatif ini mengenai kodrat manusia, McGregor
mendaftar empat pengandaian positif, yang disebutnya Teori Y
b) Teori Y
i. Karyawan dapat memandang kerjasama seperti istirahat atau bermain.
ii. Orang-orang akan menjalankan pengarahan-diri dan pengawasan-diri
jika mereka komit pada sasaran.
iii. Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima, bahkan mengusahakan,
tanggung jawab, dan
iv. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif [pembaruan]
tersebar meluas dalam populasi dan tidak hanya milik dari mereka
yang berada dalam posisi manajemen.(Kadji, 2012)
4) Teori Motivasi dari Herzberg
Teori ini merupakan teori M-H atau yang dikenal dengan teori dua faktor. Teori
dua faktor merupakan teori dimana para manajer dapat mengendalikan faktor-
faktor, dari pengendalian tersebut akan menentukan apakah adanya kepuasaan
kerja atau ketidakpuasan kerja.
Herzberg mengemukakan (Arep, dkk, 2004:28) bahwa kepuasan manusia
terdiri atas dua hal, yaitu puas dan tidak puas.
a) Faktor Ketidakpuasan
i. Kebijakan dan administrasi perusahaan,
ii. Pengawasan,
iii. Hubungan dengan pengawas,
iv. Kondisi kerja,
v. Gaji,
vi. Hubungan dengan rekan sekerja,
vii. Kehidupan pribadi,
viii. Hubungan dengan bawahan, dan
ix. Status, dan keamanan.
b) Faktor Kepuasan
i. Tercapainya tujuan,
ii. Pengakuan,
iii. Pekerjaan itu sendiri,
iv. Pertanggungjawaban,
v. Peningkatan, dan
vi. Pengembangan.
Dalam hal ini peran manajer sangat penting untuk meningkatkan dan
memberikan motivasi, manajer harus proaktif untuk menghilangkan serta
meminimalisir rasa ketidakpuasan yang dapat terjadi didalam pekerjaan.(Kadji,
2012)
5) Teori ERG Alderfer
Teori ERG Clayton Alderfer dari Universitas Yale telah mengerjakan-ulang
hierarki kebutuhan Maslow untuk menggandeng dengan lebih akrab dengan
riset empiris. Hierarki kebutuhan revisinya disebut teori ERG. Alderfer
mengungkapkan ada tiga kelompok kebutuhan:
a) inti-eksistensi (existence),
b) hubungan (relatedness)
c) pertumbuhan (growth)-
