Kinerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor
kemampuan dan faktor motivasi. Mangkunegara (2017), mengemukakan
bahwa faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja yaitu:
- Faktor Kemampuan
Karyawan perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlian.
Secara psikologis, kemampuan karyawan terdiri dari kemampuan potensi
intelligence quotient (IQ) di atas rata-rata (IQ 110-120) dengan pendidikan
yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan
sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. - Faktor Motivasi
Motivasi merupakan kondisi yang menggerakan diri karyawan yang terarah
untuk mencapai tujuan organisasi. Motivasi terbentuk dari sikap
(attitudude) seorang keryawan dalam menghadapi situasi (situation).
Karyawan mampu mencapai kinerja maksimal jika ia memiliki motif
berprestasi tinggi. Motif berprestasi yang perlu dimiliki oleh karyawan
harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri selain dari lingkungan kerja. Hal
ini karena motif berprestasi yang ditumbuhkan dari dalam diri sendiri akan
membentuk suatu kekuatan diri dan jika situasi lingkungan kerja turut
menjunjung maka pencapaian kinerja akan lebih mudah. Motif berprestasi
dalam diri dapat dimanfaatkan untuk menciptakan situasi yang ada pada
lingkungan kerja guna mencapai kinerja maksimal.
c. Penilaian Kinerja Karyawan
Sistem penilaian kinerja karyawaan dapat menjadi ukuran
keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi. Penilaian prestasi kerja
adalah suatu proses yang digunakan pimpinan untuk menentukan apakah
seorang karyawan sesuai tugas dan tanggung jawabnya (Menginson dalam
Mangkunegara, 2017). Maka dapat disimpulkan bahwa seorang pimpinan
dapat melakukan penilaian kinerja terhadap karyawan demi tercapainya
tujuan organisasi.
Penilaian kinerja harus memiliki indikator penilaian yang dapat
dilihat secara rinci sehingga dapat memberikan kesimpulan mengenai
indikator yang harus dikembangkan dari setiap karyawan yang dinilai.
Menurut Umar dalam Mangkunegara (2017), indikator atau aspek-aspek
yang dinilai dalam penilaian kinerja yaitu, mutu kerja, kejujuran karyawan,
inisiatif, kehadiran, sikap, kerjasama, keandalan, pengetahuan tentang
pekerjaan, tanggung jawab, dan pemanfaatan waktu kerja. Sedangkan
indikator kinerja karyawan menurut (Jansen dalam Chonstantia, 2015)
adalah : - Quantity of work: jumlah kerja yang dilakuakan dalam suatu periode
tertentu. Terpenuhinya target pekerjaan dalam periode yang telah ditetapkan
atau sesuai rentang waktu yang ditentukan. - Quality of work: kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat
kesesuaian dan kesiapannya. Minimnya tingkat kesalahan kerja yang
dialami keyawan menjadi faktor yang dapat menyebabkan performa
perusahaan tersebut semakin meningkat. - Job knowledge: luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilan
yang dimiliki. Job knowledge menunjukan pemahaman tentang pekerjaan
dengan memiliki keterampilan teknis yang diperlukan untuk melakukan
pekerjaan. - Creativeness: keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan. Memberikan
ruang inspirasi dan menumbuhkan inisiatif kepada karyawan dalam
melakukan pekerjaannya merupkan salah satu hal yang harus diperhatikan
untuk memenuhi kepuasan kinerja. - Cooperation: kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain atau sesama
anggota organisasi. Kemampuan bekerjasama dapat dibangun dengan
menumbuhkan sikap saling meghargai masukan, saling memberikan
dorongan, saling terbuka serta membangun semangat kelompok tenaga
kerja. - Dependability: kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan
penyelasaian kerja, dan bukan hanya terkait dengan memiliki motivasi atau
tekad untuk mencapai sesuatu, tetapi juga melibatkan pengendalian pola
pikir dalam menyelesaikan pekerjaan. - Initative: semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam
memperbesar tanggung jawabnya yang merupakan kemampuan untuk
memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa harus diberi tahu,
mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan. - Personal qualities: hal ini menyangkut kepribadian, kepemimpinan,
keramahan, dan integritas pribadi. Kualitas personal dapat diukur dari
integritas yang berkaitan dengan tindakan, prinsip, nilai-nilai dan ekspetasi
dalam berbagai hal.
