Kinerja Pekerjaan


Na-Nan et al (2018: 2437) mendefinisikan kinerja pekerjaan sebagai
perilaku yang dimunculkan oleh karyawan di tempat kerja yang menggambarkan
besarnya hasil kerja sebagaimana tuntutan organisasi yang diukur melaluikualitas
pekerjaan, kuantitas pekerjaan dan waktu kerja. Kinerja pekerjaan adalah
konstruksi utama dalam psikologi industri / organisasi (Austin dan Villanova 1992;
Campbell 1990; Murphy dan Cleveland 1995; Schmidt dan Hunter 1992 dalam
buku “employee empowerment dan pengukurannya” 2020:1).
Para peneliti mengukur kinerja pekerjaan dari berbagai perspektif, menurut
lebih dari satu dekade penelitian yang mencakup 10 hingga 15 tahun. (Campbell. ,
dkk 1993 dalam Ratnaningsih 2016:1) berpendapat bahwa kinerja adalah hasil dari
suatu tindakan yang disebut kinerja, bukan hasil kerja atau tindakan. Ini membuat
perbedaan dalam produktivitas, efisiensi, dan produktivitas. tertentu yang dilakukan
oleh semua komponen organisasi untuk suatu sumber (input) tertentu yang
digunakan. Hal ini mengacu pada nilai-nilai organisasi untuk mencapai efisiensi
operasional sehingga dapat mencapai tujuannya. Indikator yang terdapat pada
variabel ini menurut Peterson dan Plowman (1953) dalam (Na-Nan et al., 2018:
2439):

  1. Kualitas Pekerjaan: kualitas pekerjaan didefinisikan sebagai tercapainya
    kriteria dan standar yang ditetapkan yang terkait dengan pengadaan,
    produksi, inspeksi kualitas serta pengiriman barang dan jasa.
  2. Kuantitas Pekerjaan adalah jumlah unit output yang dihasilkan oleh
    karyawan seperti kuantitas produk, kuantitas residu dan kuantitas
    penjualan.
  3. Waktu pekerjaan adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk
    menyelesaikan aktivitas pekerjaan yang berkaitan dengan kesulitan tugas.
    Menurut Mangkunegara (2017: 75), indikator kinerja pekerjaan meliputi:
    a. Kualitas kerja adalah apa yang seharusnya dilakukan karyawan
    b. Jumlah pekerjaan adalah jumlah waktu seorang karyawan bekerja pada satu
    harinya. Jumlah pekerjaan ini dapat dilihat dari kecepatan setiap karyawan.
    c. Pelaksanaan tugas adalah sejauh mana karyawan dapat menyelesaikannya.
    Bekerja dengan benar atau tanpa kesalahan.
    d. Tanggung jawab atas pekerjaan adalah kewajiban dan kesadaean Karyawan
    untuk melakukan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan.
    Penelitian ini menggunakan indikator menurut Peterson dan Plowman (1953) dalam
    (Na-Nan et al., 2018)