Pengertian Pendapatan


Menurut Samuelson dan Nordhaus (Gumanti et al., 2017), pendapatan
adalah total uang yang diterima seseorang atau rumah tangga dalam jangka waktu
tertentu. Selanjutnya menurut Raharja dan Manulang (Gumanti et al., 2017)
menyatakan pendapatan adalah total yang diterima seseorang selama periode waktu
tertentu, baik dalam bentuk uang maupun bukan.
Pendapatan atau penghasilan menurut (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
adalah “hasil atau usaha.” “Dalam istilah ekonomi dalam pajak penghasilan,
pendapatan mirip penegertiannya dengan penghasilan. Menurut Rachmat Soemitro
(Fadillah, 2010) penghasilan adalah setiap penambahan kemampuan ekonomis
merupakan pendapatan yang dapat dikenakan pajak.” Dalam (UU No. 36 Tahun
2008) pendapatan didefinisikan sebagai “setiap tambahan kemampuan ekonomis
(economic benefit) yang diterima atau diperoleh seseorang,”
Adapun As’ad (Fadillah, 2010) mendefinisikan “pendapatan sebagai
penghargaan dari energi yang dimanfestasikan sebagai hasil produksi, atau jasa
yang dianggap sama dengan itu, yang berwujud uang, tanpa suatu jaminan yang
pasti dalam tiap-tiap minggu atau bulan.” Pendapatan adalah suatu penghargaan
dalam bentuk hasil nyata yang diperoleh dari proses kerja berupa imbalan upah,
gaji, dan honor.
Berkaitan dengan pendapatan, Alex. S . Nitisemito (Fadillah, 2010)
berpendapatan bahwa jumlah pendapatan yang diterima mempunyai pengaruh
terhadap semangat dan kegairahan kerja. Semakin besar pendapatan (gaji) yang
diberikan, semakin tercukupi kebutuhan mereka. Dengan demikian mereka
(pegawai) akan mendapatkan ketenangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya
sehingga semangat dan kegairahan kerjanya dapat kita harapkan.
Adapun menurut Wiliam B. Wether dan Keith Davis (Fakhiroh, 2018) yaitu
“apa yang seorang pekerja terima sebagai imbalan yang diberikannya, baik upah
perjam ataupun gaji periodik yang didesain dan dikelolah oleh bagian personalia.”
Seperti yang dikemukakan dalam buku Sumber Daya Manusia Masa Kini bahwa
gaji memiliki struktur tersendiri yakni ‘nilai tertinggi dan terndah yang nilainya
ditentukan untuk melihat gaji pegawai dalam organisasi dan nilai gaji untuk jabatan
yang diembannya sebanding.” Berdasarkan penjabaran di atas, pendapatan adalah
seluruh uang yang diterima oleh seseorang dalam jangka waktu tertentu.
Manajemen pendapatan atau kompensasi di dalam suatu organisasi sangat
penting. Tingkat pendapatan yang didapatkan oleh tiap karyawan tentu tidak selalu
sama. Karyawan dengan kemampuan, pengalaman kerja, dan kinerja yang baik
tentu akan berbanding lurus dengan jumlah pendapatan yang diperolehnya, yang
selanjutnya diharapkan akan berdampak pada nuansa kompetitif karyawan secara
positif dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja karyawan (Hasibuan,
2013).
Berdasarkan teori kebutuhan yang di ungkapkan oleh maslow (Dewi, 2020),
setelah memenuhi kebutuhan paling dasar, manusia akan termotivasi untuk
memikirkan pemenuhan kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi.
Berikut adalah lima tingkatan kebutuhan manusia berdasarkan Hierarki
Kebutuhan Maslow (Dewi, 2020):

  1. Physiological Needs (Kebutuhan Fisiologis)
    Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan manusia paling dasar atau dapat
    dikatakan kebutuhan primer. Kebutuhan dasar manusia berupa makanan,
    minuman, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan dasar lainnya yang digunakan
    untuk bertahan hidup..
  2. Safety/Security Needs (Kebutuhan Keamanan)
    Kebutuhan manusia akan rasa aman dan aman dari kekerasan fisik maupun
    psikis merupakan kebutuhan keamanan. Kebutuhan keamanan meliputi rasa
    aman dari ancaman, tindakan kriminal, perang, terorisme, penyakit, ketakutan,
    kecemasan, kerusuhan, bencana alam dan sebagainya.
  3. Social Needs (Kebutuhan Sosial)
    Kebutuhan sosial merupakan kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang,
    kebutuhan mencintai dan dicintai karena manusia adalah makhluk sosial.
    Kebutuhan ini mencakup cinta, rasa kasih dan sayang, rasa untuk memiliki dan
    dimiliki, yang dapat diperoleh dari hubungan antar teman, sahabat, keluarga,
    dan pasangan. Pemenuhan kebutuhan ini mampu membesarkan jiwa seseorang,
    menjadikan manusia lebih percaya diri, dan mampu menjadikan seseorang
    menjadi pribadi yang lebih kuat.
  4. Esteem Needs (Kebutuhan Penghargaan)
    Kebutuhan penghargaan merupakan kebutuhan manusia untuk dihargai.
    Kebutuhan ini berkaitan dengan keinginan manusia untuk diakui
    keberadaannya, sehingga manusia ingin meraih prestasi dan gengsi. Bentuk
    pemenuhan kebutuhan ini terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal yang
    meliputi harga diri, otonomi, kompetensi, kemandirian, kebebasan, penguasaan
    dan prestasi. Sedankgkan faktor eksternal meliputi status, martabat, pengakuan,
    perhatian, reputasi, apresiasi.
  5. Self-actualization Needs (Kebutuhan Aktualisasi Diri)
    Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan di tingkat pucak dalam
    hirarki pemenuhan kebutuhan manusia, kebutuhan ini akan dipenuhi saat empat
    kebutuhan sebelumnya terpenuhi. Pada kebutuhan ini manusia akan
    mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, kebutuhan meningkatkan
    kemampuan diri, kebutuhan untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu dan
    dengan kemampuannya menjadi dirinya sendiri