Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembagan Karir


Kesuksesan proses pengembangan karir tidak hanya penting
bagi organisasi secara keseluruhan. Menurut Sondang P. Siagian
(2006) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karir
seorang karyawan adalah:
1) Prestasi Kerja
Faktor yang paling penting untuk meningkatkan dan
mengembangkan karir seseorang karyawan adalah pada prestasi
kerjanya dalam melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Tanpa prestasi kerja yang memuaskan, sukar bagi seorang pekerja
untuk diusulkan oleh atasannya agar dipertimbangkan untuk
dipromosikan ke pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi di masa
depan
2) Pengenalan Oleh Pihak Lain
Pengenalan oleh pihak lain adalah berbagai pihak yang
berwenang memutuskan layak tidaknya seseorang dipromosikan
seperti atasan langsung dan pimpinan bagian kepegawaian yang
mengetahui kemampuan dan prestasi kerja seorang pegawai.
3) Kesetiaan pada Organisasi
Kesetiaan pada organisasi merupakan dedikasi seorang
karyawan yang ingin terus berkarya dalam organisasi tempatnya
bekerja untuk jangka waktu yang lama.
4) Pembimbing dan Sponsor
Pembimbing adalah orang yang memberikan nasehat-
nasehat atau saran-saran kepada karyawan dalam upaya
mengembangkan karirnya. Sedangkan sponsor adalah seseorang di
dalam institusi pendidikan yang dapat menciptakan kesempatan bagi
karyawan untuk mengemabngkan kairirnya.
5) Dukungan para bawahan
Dukungan para bawahan merupakan dukungan yang
diberikan para bawahan dalam bentuk mensukseskan tugas manajer
yang bersangkutan.
6) Kesempatan untuk bertumbuh
Kesempatan untuk bertumbuh merupakan kesempatan yang
diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuannya,
baik melalui pelatihan-pelatihan, kursus, dan juga melanjutkan
jenjang pendidikannya.
7) Pengunduran diri
Pengunduran diri merupakan keputusan seorang karyawan
untuk berhenti bekerja dan beralih ke institusi pendidikan lain yang
memberikan kesempatan lebih besar untuk mengembangkan karir.
Menurut Rivai (2013: 278) faktor-faktor yang
mempengaruhi pengembangan karier adalah sebagai berikut :
1) Prestasi kerja
Prestasi kerja (Job Performance) merupakan komponen yang
paling penting untuk meningkatkan dan mengembangkan karir
seorang karyawan. Kemajuan karir sebagian besar tergantung atas
prestasi kerja yang baik dan etis. Dengan mengetahui hasil atas
kinerjanya maka karyawan dapat mengukur kesempatannya
terhadap pengembangan karier. Asumsi terhadap kinerja yang baik
akan melandasi seluruh aktivitas pengembangan karir. Ketika
kinerja di bawah standar maka dengan mengabaikan upaya-upaya ke
arah pengembangan karir pun biasanya tujuan karier yang paling
sederhana pun tidak dapat dicapai. Kemajuan karier umumnya
terletak pada kinerja dan prestasi.
2) Eksposur
Manajer atau atasan memperoleh pengenalan ini terutama
melalui kinerja, dan prestasi karyawan, laporan tertulis, presentasi
lisan, pekerjaan komite dan jam-jam yang dihabiskan.
3) Jaringan kerja
Jaringan kerja berarti perolehan eksposure di luar
perusahaan. Mencakup kontak pribadi dan profesional. Jaringan
tersebut akan sangat bermanfaat bagi karyawan terutama dalam
pengembangan karirnya.
4) Kesetiaan terhadap organisasi
Level loyalitas yang rendah merupakan hal yang umum
terjadi di kalangan lulusan perguruan tinggi, terkini yang disebabkan
oleh ekspektasi terlalu tinggi pada perusahaan tempatnya bekerja
pertama kali, sehingga sering kali menimbulkan kekecewaan. Hal
yang sama juga terjadi pada kelompok professional dimana loyalitas
pertamanya diperuntukkan bagi profesi. Untuk mengatasi hal ini
sekaligus mengurangi tingkat keluarnya karyawan (turn over)
biasanya perusahaan “membeli” loyalitas karyawan dengan gaji,
tunjangan yang tinggi, melakukan praktek-praktek SDM yang
efektif seperti perencanaan dan pengembangan karier.
5) Pembimbing dan sponsor
Adanya pembimbing dan sponsor akan membantu karyawan
dalam mengembangkan kariernya. Pembimbing akan memberikan
nasehatnasehat atau saran-saran kepada karyawan dalam upaya
pengembangan karirnya, pembimbing berasal dari internal
perusahaan. Mentor adalah seseorang di dalam perusahaan yang
menciptakan kesempatan untuk pengembangan karirnya.
6) Peluang untuk tumbuh
Karyawan hendaknya diberikan kesempatan untuk
meningkatkan kemampuannya, misalnya melalui pelatihan-
pelatihan, kursus, dan melanjutkan pendidikannya. Hal ini akan
memberikan karyawan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang
sesuai dengan rencana karirnya