Secara umum fungsi oprasional manjemen sumber daya manusia
menurut Panggabean (2002: 16) adalah sebagai berikut:
- Pengadaan Tenaga Kerja
Fungsi pengadaan tenaga kerja yang dikenal juga sebagai fungsi
pendahuluan terdiri dari analisis pekerjaan, perencanaan tenaga kerja,
penarikan dan seleksi.
a. Analisis pekerjaan
Analisis pekerjaan merupakan suatu proses penyelidikan yang
sistematis untuk memahami tugas-tugas, ketrampilan, dan
pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan
dalam sebuah organisasi.
b. Perencanaan tenaga kerja
Perencanaan tenaga kerja adalah suatu proses penyediaan
tenaga kerja dalam kuantitas dan kualitas yang diperlukan oleh
sebuah organisasi pada waktu yang tepat agar tujuannya dapat
dicapai.
c. Penarikan tenaga keraja
Penarikan tenaga kerja merupakan sebuah proses yang
bertujuan untuk memperoleh sejumlah calon pegawai yang
memenuhi persyaratan (berkualitas). Proses ini diawali dengan
pemahaman akan adanya lowongan, tugas-tugas yang dikerjakan,
kualifikasi dan system kompensasi yang berlaku, sehingga adalah
wajar jika proses ini merupakan langkah lanjutan dari analisis
pekerjaan dan perencanaan kerja maupun langkah-langkah yang
diperlukan dalam penetapan sistem kompensasi, seperti evaluasi
pekerjaan dan suvey upah dan gaji.
d. Seleksi
Proses penarikan dan seleksi penerimaan pegawai bertujuan
untuk mendapatkan pegawai yang dapat membantu tercapainya
tujuan perusahaan atau usaha untuk memperoleh jumlah tenaga
kerja yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sasaran
dari pengadaan adalah untuk memperoleh sumber daya manusia
dalam jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia yang tepat
bagi organisasi. Pengadaan yang berhasil akan menghasilkan
penerimaan organisasi atau seseorang yang
merasakan pekerjaannya. - Pengembangan Pegawai
Pengembangan pegawai dapat dilakukan melalui orientasi,
pelatihan, dan pendidikan. Pada hakikatnya yang ditujukan untuk
menyesuaikan persyaratan atau kualifikasi yang dibutuhkan untuk
melaksanakan pekerjaannya dengan kualifikasi yang dimiliki pegawai
sekarang. Orientasi dapat hanya berupa pengenalan sederhana dengan
pegawai lama, atau dapat merupakan proses panjang yang meliputi
pemberian informasi mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan
personalia, prosedur kerja, gambaran umum atau sejarah, sifat
perusahaan dan mamfaat-manfaat yang diperoleh pegawai baru. Dengan
kata lain, tahap orientasi merupakan kegiatan pengenalan dan
penyesuaian pegawai baru dengan organisasi seperti pelatihan dan
pendidikan. - Perencanaan dan Pengembangan Karir
Hal ini terdiri dari atas pengertian karir, perencanaan karir, dan
pengembangan karir. Karir dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian
aktifivitas kerja yang terpisah, tetapi berhubungan dan memberikan
kesinambungan, keteraturan dan arti kehidupan bagi seseorang.
Perencanaan karir adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang
memilih tujuan karir dan mengenali cara atau jalur untuk mencapai
tujuan tersebut. Pengembangan karir adalah suatu pendekatan formal
yang diambil dan digunakan organisasi untuk menjamin agar orang-
orang dengan kecakapan dan pengalaman yang layak yang tersedia
ketika dibutuhkan. - Penilaian Kerja
Penilaian prestasi merupakan sebuah proses yang ditujukan untuk
memperoleh informasi tentang kinerja pegawai. Informasi ini dapat
digunakan sebagi input dalam melaksanakan hampir semua aktivitas
manajemen sumber daya manusia lainnya, yaitu promosi, kenaikan gaji,
pengembangan, dan pemutusan kerja. - Kompensasi
Merupakan segala bentuk penghargaan (outcomes) yang diberikan
oleh organisasi kepada pegawai atas kontribusi (inputs) yang diberikan
kepada organisasi. Kompensasi terdiri atas gaji pokok, insentif, dan
kesejahteraan pegawai. - Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan kerja meliputi perlindungan pegawai dari kecelakaan
ditempat kerja, sedangkan kesehatan merujuk kepada kebebasan
pegawai dari penyakit secara fisik mental. - Pemutusan Tenaga Kerja
Pemutusan hubungan kerja dapat didefinisikan sebagai pengakhiran
hubungan antara pekerja dan pengusaha sehingga berakhir pula hak dan
kewajiban diantara mereka. Hal ini dapat disebabkan oleh beebagai
macam alasan.
Dari beberapa penjelasan diatas penulis dapat menyimpulkan
secara garis besar bahwa fungsi-fungsi operasioanal manajemen
sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan pengadaan tenaga
kerja, pengembangan pegawai, perencanaan dan pengembangan,
penilaian, kompensasi, keselamatan dan kesehatan, pemutusan
hubungan kerja. Fungi-fungsi operasional manajemen sumber daya
manusia tersebut selalu digunakan oleh semua organisasi atau
perusahaan dalam menjalankan suatu aktivitas keorganisasian. Untuk
itu perlu sekali diketahui bahwa salah satu dari fungsi operasional
tersebut tidak dipakai, maka suatu organisasi akan mengalami
kepincangan.
