Nilai perusahaan merupakan persepsi para investor terhadap perusahaan
yang sering dikaitkan dengan harga saham, dimana hal itu menjadi indikator
keberhasilan perusahaan. Nilai perusahaan mengikhtisarkan penilaian kolektif
investor tentang seberapa baik keadaan suatu perusahaan, baik kinerja saat ini
maupun proyeksi masa depan (Setiawati dan Lim, 2018).
Nilai perusahaan dapat dilihat dari seberapa besar tingkat kepercayaan
stakeholder maupun shareholder kepada suatu perusahaan, tidak hanya tentang
kinerja perusahaan saai ini, namun juga pada prospek perusahaan di masa
mendatang. Khumairoh, Kalbuana, dan Mulyati (2016) menyatakan bahwa
pertumbuhan perusahaan yang mudah terlihat adalah adanya penilaian yang tinggi
dari eksternal perusahaan terhadap aset perusahaan maupun pertumbuhan pasar
saham. Kondisi harga saham suatu perusahaan dapat menjadi indikator penilaian
suatu perusahaan. Harga saham terbentuk atas permintaan dan penawaran
investor, sehingga harga saham tersebut dapat dijadikan proksi nilai perusahaan.
Apabila harga saham mengalami penurunan maka nilai perusahaan juga akan
mengalami penurunan, jadi nilai perusahaan dengan harga saham berbanding
lurus. Nilai perusahaan menunjukkan kesejahteraan pemegang saham. Maka dari
itu, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan.
Nilai perusahaan itu sifatnya penting karena merupakan cerminan dari
kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi persepsi investor. Jenis nilai
perusahaan meliputi nilai pasar, nilai nominal, nilai intrinsik, nilai buku, dan nilai
likuidasi. Pengukuran nilai perusahaan dapat menggunakan price to book value
(PBV), market to book ratio (MBR), market to book assets ratio, market value of
equity (MVE), enterprise value (EV), price earnings ratio (PER), dan Tobin’s Q
