Meta analisis merupakan suatu teknik statistika untuk menggambarkan hasil
dua atau lebih penelitian sejenis sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif.
Saat ini meta-analisis paling banyak digunakan untuk uji klinis. Hal ini dapat
dimengerti, karena uji klinis desainnya lebih baku dan memberikan bukti
hubungan kausal yang kuat. Namun, meta analisis juga dapat dilakukan terhadap
berbagai studi observasional untuk menghasilkan kesimpulan dari penggabungan
hasil penelitian (Rievan, 2016).
Meta analisis mampu memecahkan masalah, berbagai temuan hasil
penelitian yang mungkin saling bertentangan atau sulit diakumulasikan, pada
akhirnya dapat menjadi lebih integratif dan sistematis melalui meta analisis
sebagaimana (Card, 2012) mengatakan bahwa meta analisis merupakan suatu
bentuk sintesa dari bebrapa penelitian yang difokuskan pada hasil temuan dari
penelitian-penelitian tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
(Huntar, 2014) menyatakan bahwa meta analisis bisa mengintegrasikan temuan-
temuan dari beberapa studi dalam mengungkapkan pola hubungan yang didasari
literatur penemuan, sehingga mampu memberikan dasar dalam pengembangan
suatu teori.
Penelitian meta analisis juga sering disebut dengan meta research (riset
meta), karena analisa yang digunakan disebut dengan meta analisis (analisis
13
meta). Penelitian ini menggunakan pustaka, buku atau jurnal sebagai sumber
datanya. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengambil beberapa penelitian satu
topik yang telah dilakukan dan dilaporkan. Dengan melakukan hal ini, peneliti
bisa mengetahui kelebihan, kekurangan, kelemahan atau bahkan kesalahan
masing-masing penelitian tersebut. Meta-analisis juga disebut sintesis penelitian
kuantitatif, adalah pendekatan yang kuat untuk meringkas dan membandingkan
hasil dari literatur empiris (Card, 2012).
Meta analisis merupakan analisis integratif hasil penelitian dengan fokus
atau tema yang sama. Metode meta analisis mengubah data kualitatif ke
kuantitatif dan kemudian menggunakan analisis statistik untuk mendapatkan
esensi informasi dari sejumlah data penelitian sebelumnya (Kadir, 2017). Secara
umum, tujuan meta analisis tidak berbeda dengan jenis penelitian klinis lainnya,
yaitu:
- Untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun
besarnya perbedaan antar variabel; - Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji
hipotesis maupun estimasi; - Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu
(confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dan hubungan
atau perbedaan (Rievan, 2016).
