Setiap desain penelitian tentu implisit mengandung kelebihan dan
kekurangan, demikian pula meta-analisis, kualitas meta-analisi tegantung untuk
sebagian besar pada kualitas studi yang dipadukan. Paduan banyak penelitian
yang tidak akurat sama buruknya dengan masing-masing studi yang tidak akurat
tersebut. Dengan demikian, maka studi yang diikut sertakan dalam meta-analisi
harus berkualitas baik, berikut beberapa kelebihan dan keterbatasan meta-analisis:
Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut:
- Meta analisis mendorong pemikiran sistematis tentang metode, kategorisasi,
populasi, intervensi, outcome, dan cara untuk memadukan berbagai bukti.
Metode ini menawarkan mekanisme untuk estimasi besarnya efek dalam
pengertian statistika. - Penggabungan dari beberapa studi akan meningkatkan kemampuan
generalisasi dan power statistika, sehingga dampak suatu prosedur dapat
dinilai lebih lengkap. Namun harus diingat bahwa peningkatan power akan
memperbaiki nilai P sehingga perbedaan yang kecil sekali pun dapat menjadi
bermakna secara statistika; padahal perbedaan tersebut belum tentu penting
secara klinis, bagi klinikus yang lebih penting adalah menilai kemaknaan
klinis. - Jumlah individu yang bertambah banyak dalam meta analisis memberi
kesemptan untuk interpretasi data tentang keamanan atauun bahaya dengan
tingkat kepercayaan yang lebih besar. - Jumlah subyek yang besar juga memungkinkan untuk dilakukan analisis
terhadap sub-grup yang tidak dapat dilakukan pada penelitian aslinya,
misalnya efek intervensi pada lelaki atapun perempuan secara terpisah, atau
pada kelompok usia tertentu. - Hasil meta analisis dapat memberi petunjuk penelitian lebuh lanjut, besar
sampel yang diperlukan.
17
Adapun keterbatasannya adalah sebagai berikut: - karena masih dalam taraf pengembangan, masalah metodologi menjadi salah
satu kekurangan yang harus diperhatikan bila kita membaca artikel tentang
meta-analisis. Hal-hal yang yang masih merupakan kontroversi dapat
dianggap juga merupakan keterbatasan atau kekurangan meta analisis,
termasuk kesesuaian penggabungan data berbagai studi, pemakaian metode
statistik, variabilitas antar studi, pengembangan model untuk mengukur
variabilitas, dan peran penilaian kualitas studi. - Bias publikasi merupakan masalah yang mengancam pada meta analisis.
Meta analaisis yang hanya mencakup studi yang dipublikasi mungkin tidak
menggambarkan keadaan yang sebenarnya, karena banyak studi yang
hasilnya negatif tidak dipublikasi atau tidak diusulkan untuk publikasi.
Sebaliknya apabila disertakan data yang tidak dipublikasi harus diyakinkan
bahwa sumber data yang tidak dipublikasi tersebut harus ditelusuri dengan
teliti. - Perbedaan mendasar antara meta analisis dengan jenis penelitian lain ialah
bahwa pada meta-analisis data telah dikumpulkan, pilihan peneliti terbatas
dalam menyertakan atau menyingkirkan studi-studi yang ada. Dengan
demikian, besar sampel dalam meta-analisi sangat dibatasi oleh studi yang
relevan yang ada. - Dalam meta analisis, peneliti biasanyan harus mengikuti metode yang
dipakai oleh peneliti pertama untuk menilai hasil studi. Keterbatasan meta-
18
analisis lainnya adalah kelengkapan dan kualitas data yang tersedia dan
metode statistika yang dipakai dalam artikel asal. (Ruswana, 2015)
