Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Digital Marketing


Menurut Strauss dan Frost, 2009 yang dikutip oleh Hendrawan
dkk, 2019, ada tujuh tahap yang perlu diperhatikan dalam
perancangan e-marketing yaitu :

  1. Situation Analysis (Analisis Situasi)
    Tahap pertama merupakan awal dari konsep bisnis
    dengan melakukkan analisis kekuatan, peluang, kelemahan
    serta ancaman bagi perusahaan. Dalam bagian ini, analisis
    situasi yang digunakan adalah analisis SWOT. Menurut
    Rangkuti (2004), analisis SWOT adalah indentifikasi
    berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi
    perusahaan. Analisis ini disarankan pada logika yang dapat
    memaksimalkan Kekuatan (Strengths), dan Peluang
    (Opportunities), namun secara strategi selalu berkaitan
    dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan
    perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategi
    (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategi
    perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman)
    dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut Analisis
    Situasi. Analisis SWOT membandingkan antara faktor
    internal Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weakness)
    dengan faktor eksternal Peluang (Opportunities) dan
    Ancaman (Threats) yang dihadapi di dunia bisnis.
  2. E-Marketing Strategic Planning (Strategi Perencanaan E-
    Marketing)
    Dalam tahap ini terdapat metodologi tujuh langkah
    sederhana yang membantu dalam mengevaluasi dan
    menganalisis peluang pasar (Market Opportunity
    Analysis/MOA), yaitu : Mengidentifikasi kebutuhan
    pelanggan yang belum terpenuhi mengidentifikasi
    pelanggan tertentu yang akan dituju oleh perusahaan.
    Menilai keuntungan yang berkaitan dengan kompetisi
    menilai sumber daya perusahaan untuk memberikan
    penawaran menilai kesiapan pasar akan teknologi.
    Menentukan peluang secara konkret. Menilai peluang daya
    tarik bagi pelanggan. Strategi perencanaan e-marketing
    meliputi segmentation, targeting, differentiation, dan
    positioning.
  3. Objectives (Tujuan)
    Tujuan dalam e-marketing mencakup aspek tugas,
    kuantitas, dan waktu. Tugas (apa yang akan dicapai).
    Kuantitas yang terukur (seberapa banyak). Time Frame
    (kapan). Sebagian besar e-marketing bertujuan untuk
    mencapai berbagai tujuan seperti berikut: Meningkatkan
    pangsa pasar. Meningkatkan jumlah komentar pada sebuah
    blog atau website. Meningkatkan pendapatan penjualan.
    Mengurangi biaya (misalnya biaya distribusi atau promosi).
    Mencapai tujuan merek (seperti meningkatkan kesadaran
    merek). Meningkatkan ukuran database. Mencapai tujuan
    Customer Relationship Management (CRM) (seperti
    meningkatkkan kepuasan pelanggan, frekuensi pembelian,
    atau tingkat referensi pelanggan). Memperbaiki manajemen
    rantai suplai (seperti dengan meningkatkan koordinasi
    anggota, menambahkan mitra atau mengoptimalkan tingkat
    persediaan).
  4. E-marketing strategy (Strategi e-marketing)
    Strategi e-marketing mencakup strategi mengenai 4P dan
    hubungan manajemen (relationship management) untuk
    mencapai tujuan rencana mengenai Product (Produk), Price
    (Harga), Place (Saluran Distribusi), dan Promotion
    (Promosi)
  5. Implementation Plan (Rencana Pelaksanaan)
    Pada tahap ini perusahaan memutuskan bagaimana untuk
    mencapai tujuan melalui strategi yang efektif dan kreatif.
    Pemasar memilih bauran pemasaran (4P), strategi
    manajemen dan strategi lain untuk mencapai tujuan rencana
    dan kemudian menyusun rencana pelaksanaan
    (Implementation Plan). Perusahaan juga memeriksa untuk
    memastikan organisasi pemasaran yang tepat di tempat
    pelaksanaan (staf, struktur departemen, penyedia layanan
    aplikasi, dan lain-lain di luar perusahaan). Internet telah
    mengubah tempat pertukaran dari marketplace (seperti,
    interaksi face-to-face) menjadi marketspace (seperti,
    interaksi screen-to-face). Perbedaan utama adalah bahwa
    sifat hubungan pertukaran sekarang ditengahi oleh interface
    teknologi. Dengan perpindahan dari hubungan antar muka
    people-mediated menjadi technology-mediated, terdapat
    sejumlah pertimbangan perancangan interface yang
    dihadapi. Menurut Rayport dan J.Jaworski (2003), ada
    berbagai elemen dalam mendesain sebuah situs web, yaitu
    context (konteks dari situs mencerminkan nilai keindahan
    dan kegunaan dari situs tersebut), content (konten
    merupakan semua objek digital yang terdapat dalam sebuah
    web baik dalam bentuk audio, video, image ataupun text),
    community (kommunitas merupakan ikatan hubungan yang
    terjadi antara sesame pengunjung atau pelanggan dari
    sebuah website karena adanya kesamaan minat atau hobi),
    customization (kustomisasi merupakan kemampuan situs
    untuk memodifikasi dirinya sesuai dengan keinginan
    penggunanya), communication (komunikasi antara
    perusahaan dengan pelanggan, terdiri dari Broadcast
    Dimension, Interactive Dimension, dan Hybrid Dimension),
    connection (kemampuan sebuah website untuk berpindah
    dari sebuah webpage ke webpage lainnya ataupun website
    lainnya dengan onclick baik pada text, images maupun
    toolbars yang lain), dan commerce (commerce merupakan
    fitur dari customer interface yang mendukung berbagai
    aspek dari transaksi perdagangan dan memiliki dimensi
    seperti registration, shopping cart, security, credit card
    approval, one click shopping, order through affiliates,
    configuration technology, order tracking, delivery option)
  6. Budget (Anggaran)
    Kunci dari perencanaan strategis adalah untuk
    mengidentifikasi hasil yang diharapkan dari suatu investasi.
    Selama pelaksanaan rencana, pemasar akan terus memantau
    pendapatan aktual dan biaya untuk melihat hasil yang telah
    dicapai. Internet merupakan salah satu tools yang dapat
    digunakan untuk memantau hasil karena catatan teknologi
    pengunjung setiap klik. Untuk mendapatkan informasi
    anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan, perlu dibuat
    perhitungan tentang revenue forecast (perkiraan
    pendapatan), intangible benefits (manfaat tidak berwujud),
    cost savings (penghematan biaya), dan e-marketing costs
    (biaya e-marketing)
  7. Evaluation Plan (Rencana Evaluasi)
    Perencanaan e-marketing dilaksanakan, keberhasilannya
    tergantung pada evaluasi yang terus menerus. Jenis evaluasi
    ini tergantung pada tujuan rencana. Untuk menentukan hasil
    pemasarannya, perusahaan dapat menggunakan balanced
    scorecard untuk mengukur kesuksesan dari program
    internet marketing dan apakah program internet marketing
    tersebut cocok sesuai dengan objektif dari perusahaan