Pengukuran Intellectual Capital


Model konsep pengukuran Intellectual Capital yang dikembangkan oleh
Pulic (1998) dalam Faza dan Hidayah (2014:187) mengembangkan “Value Added
Intellectual Coefficient” (VAIC™) untuk mengukur IC perusahaan. Metode
VAIC™ dirancang untuk menyediakan informasi mengenai efisiensi penciptaan
nilai dari aset berwujud dan aset tidak berwujud yang dimiliki sebuah perusahaan.
Model ini dimulai dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan value
added (VA). Value Added dihitung sebagai selisih antara output dan input.
Komponen utama VAIC yaitu physical capital (VACA – Value Added Capital
Employed), Human Capital (VAHU – Value Added Human Capital), dan
structural capital (STVA – Strutural Capital Value Added). Hamidah et al,.
(2015) menyatakan bahwa terdapat pengertian dari komponen utama VAIC yaitu
VACA, VAHU, dan STVA sebagai berikut:
1) Value Added Capital Employed (VACA)
VACA adalah indikator untuk VA yang diciptakan oleh satu unit dari
physical capital. Pulic mengasumsikan bahwa jika satu unit dari Capital
Employed menghasilkan return yang lebih besar dari pada perusahaan yang
lain, maka berarti pemanfaatan Capital Employed-nya yang lebih baik bagian
dari Intellectual Capital perusahaan.
2) Value Added Human Capital (VAHU)
VAHU menunjukan berapa banyak VA dapat dihasilkan dengan dana yang
dikeluarkan untuk tenaga kerja. Hubungan antara VA dan HC
mengindikasikan kemampuan dari HC untuk menciptakan nilai di dalam
perusahaan. Human capital akan meningkat jika perusahaan mampu
mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki perusahaan.
3) Structural Capital Value Added (STVA)
STVA menunjukan kontribusi SC dalam penciptaan nilai. Rasio ini mengukur
jumlah SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit dari VA yang
merupakan indikasi seberapa hasil SC dalam penciptaan nilai.