Jay Heizer dan Barry Render dalam Luman (2021) sudah mengemukakan sejumlah
strategi guna menghadapi tantangan danpermasalahan SCM, di dalam bukunya yang
berjudul “Manajemen Operasi”, adapun strategi dalam SCM, yakni :
a. Bernegosiasi dengan Banyak Pemasok
Strategi pertama adalah bernegosiasi dengan banyak pemasok. Kita dapat mencari
banyak pemasok dan memilih diantara mereka yang memiliki penawaran paling
menarik bagi perusahaan. Umumnya Perusahaan menjatuhkan pilihan bagi
pemasok yang memberikan penawaran rendah, tetapi sebaiknya jangan hanya
memilih satu pemasok, pilihlah beberapa pemasok agar jika suatu hari terjadi
masalah kepada salah satu pemasok, rantai pasokan perusahaan tidak terputus
dantetap dapat melanjutkan kegiatan perusahaan.
b. Mengembangkan hubungan kemitraan
Strategi kedua adalah mengembangkan hubungan kemitraan jangka panjang
dengan sedikit pemasok untuk memuaskan hubungan pelanggan. Para pemasok
yang telah lama menjalin hubungan dengan Perusahaan mungkin dapat lebih
memahami tujuan dari Perusahaan dan biasanya lebih berkomitmen untuk
berpartisipasi dalam sistem just in time, dimana perusahaan tidak lagi mempunyai
gudang untuk persediaan mereka karena pemasok akan mengirim persediaan tepat
saat perusahaan membutuhkannya.
c. Integrasi Vertikal
Strategi ketiga adalah integrasi vertikal, artinya perusahaan berusaha
mengembangkan kemampuan untuk memproduksi barang atau jasa yang
sebelumnya diperoleh dari pemasok. Ada dua macam integrasi, yaitu integrasi
maju dan integrasi mundur. Integrasi mundur menyarankan perusahaan untuk
membeli pemasoknya, sehingga mereka dapat membuat barang sesuai keinginan
mereka. Integrasi maju menyarankan produsen komponen untuk membuat produk
jadi. Tetapi integrasi mundur bisa menjadi berbahaya bagi perusahaan yang sedang
mengalami perubahan teknologi, karena jika salah menginvestasikan uang yang
mereka miliki maka mereka akan kesusahan dalam menghadapi gelombang
teknologi yang berikutnya.
d. Jaringan Keiretsu
Strategi keempat adalah jaringan keiretsu, yaitu kombinasi dari sedikit pemasok
dengan integrasi vertikal. Dengan strategi ini pemasok akan menjadi bagian dari
perusahaan dan yang pasti akan terjadi hubungan kerja sama jangka panjang antar
keduanya. Diharapakan dari strategi ini, mutu dari produk yang dihasilkan akan
tetap terjaga.
e. Virtual Company
Strategi terakhir atau kelima adalah mengembangkan perusahaan maya (virtual
company) yang menggunakan para pemasok sesuai kebutuhan. Strategi ini
mengandalkan berbagai jenis hubungan pemasok untuk menyediakan jasa atas
permintaan yang diinginkan. Perusahaan maya memiliki Batasan organisasi yang
berubah dan bergerak yang membuat mereka mampu untuk memenuhi permintaan
pasar yang berubah-ubah. Para pemasok dapat menyediakan berbagai jasa, seperti
pembayaran upah, perekrutan karyawan, dan lainnya. Jika Perusahaan
menggabungkan keunggulan dari perusahaan maya, manajemen perusahaan yang
bagus, biaya yang rendah, maka perusahaan akan mendapatkan efisiensi.
Penerapan Supply Chain Management pada Perusahaan yang memiliki komitmen,
visi, misi dan pilihan strategi yang baik akan menghasilkan keuntungan yang lebih
besar daripada perusahaan lain
