Sistem saluran pemasaran merupakan sekelompok organisasi yang saling
bergantung, dan mempunyai beragam fungsi serta terlibat dalam pembuatan produk
(Kohls, 2002). Sebagian besar produsen membutuhkan saluran pemasaran guna
menjual produknya sampai ketangan konsumen. Saluran pemasaran pada prinsipnya
merupakan aliran barang dari produsen ke konumen melalui lembaga pemasaran.
Strategi pemasaran perusahaan harus memperhatikan setiap segmentasi
(Musyawarah, 2022). Ada terdapat empat jenis saluran pemasaran yang dapat
digunakan dalam pendistribusian pada produk pertanian, yaitu :
- Produsen – konsumen
Saluran ini merupakan saluran distribusi yang paling sederhana dan paling rendah
yakini saluran distribusi dari produsen ke konsumen tanpa menggunakan
perantara, misalnya produsen menjual barangnya melalui pos ata langsung
mendatangi konsumen. - Produsen – pengecer – konsumen akhir
Saluran distribusi yang ini melibatkan produsen dan pengecer, dengan
menggunakan perantara atau pengecer sebelum sampai ke tangan konsumen. - Produsen – pedagang kecil – pengecer – konsumen akhir
Saluran ini yang berperan utama pedagang pengepul untuk menyalurkan
barangnya dengan dua kelompok. Pedagang kecil juga melayani para pengecer
besar untuk bekerja sama. Kemudian para pengecer juga melayani penjual
kekonsumen. - Produsen – pedagang besar – pengecer – konsumen akhir
Saluran ini yang berperan utama adalah pedagang pengepul sebagai perantara
untuk menyalurkan barangnya menggunakan dua kelompok pedagang besar dan
pengecer.
