Rantai pasok adalah hubungan antar mitra perusahaan untuk sama-sama
mengelelola dam satu tujuan tertentu. Sehingga dapat memperlancar juga
memudahkan proses penyampaian barang ataupun jasa dari dari produsen utama
hingga di ujung rantai distribusi. Menurut Indrajit et al. (2002) bahwa pelaku
kegiatan pemasaran haruslah bekerja sama menyampaikan barang ke konsumen antara
pemasaran hulu dan hilir dapat terciptanya kegiatan proses distribusi yang efektif.
Ketidak pastian kualitas produksi juga dapat menjadi kendala nemun tantangan itu
harus dapat diatasi karena perusahaan memikirkan keuntungannya bagi perusahaan.
Rantai pasok atau rantai suplai adalah sebuah sistem rangkaian kegiatan yang meliputi
koordinasi, penjadwalan dan pengendalian yang terdiri atas organisasi, sumber daya
manusia, aktivitas, informasi, dan sumber daya lainnya terhadap pengadaan, produksi,
persediaan dan pengiriman produk ataupun layanan jasa dari suatu pemasok kepada
pelanggan. Badan usaha yang melaksanakan fungsi pasokan pada umumnya terdiri
dari manufaktur, penyedia layanan jasa, distributor, dan saluran penjualan seperti
pedagang eceran dan pelanggan pengguna akhir. Untuk penelitian ini sendiri, rantai
distribusi pemasaran menurut Simamora, (2001) memiliki arti yang sama tatapi
memudahkan .dalam penelitian ini meliputi nilai yang tekandung dalam aktifitas yang
mengantarkan produk hingga ke konsumen akhir, meliputi pengemasan, manajemen
logistik, tansaksi dan pengiriman barang (Daryono, 2011).
Adapun beberapa saluran pemasaran melalui perantara maupun tidak. Pemasaran
perantara kegiatan individu atau lembaga yang ada berada antara produsen dak
konsumen. Berikut maca-macam kegiatan pemasaran perantara:
1) Pedagang besar yang menjual kepada pengecer, dan pedagang besar harga
lainnya.
2) Pengecer yang menjual barang kepada konsumen atau pembeli akhir.
3) Melalui agen walaupun tidak mempunyai hak memiliki barang yangdipasarkan
Pengukuran kinerja merupakan proses untuk mengukur efisiensi dan efektifitas
suatu sistem, pengukuran kinerja rantai pasok pada perusahaan sangat penting
dilakukann untuk meningkatkan kompetisi (Ariani, 2013). Perusahaan pada umumnya
melakukan pengukuran performansi terhadap Rantai Pasok dengan tujuan mengurangi
biaya-biaya, memenuhi kepuasan pelanggan dan meningkatkan keuntungan. Kinerja
rantai pasok merupakan capaian setelah berbagai tugas yang diberikan terlaksana
berdasarkan kemampuan, keahlian, dan waktu yang dimiliki seseorang (Hasibuan,
2015). Capaian kinerja sebuah rantai pasok diukur melalui atribut mutu produknya,
ketepatan pengiriman, harga yang ditetapkan, fleksibilitas, pelayanan konsumen, dan
kinerja dari hulu ke hilir rantai pasoknya (Putri, 2020). Pengukuran kinerja rantai pasok
penting dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pengembalian input sekaligus
dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi rantai pasok (supply chain).
