Biaya-Biaya Persediaan


Pengelolaan persediaan merupakan salah satu yang menjadi perhatian dari manajemen.
Manajemen persediaan yang baik akan memperlancar proses produksi dan menghemat
biaya sehingga akan meningkatkan laba perusahaan yang merupakan tujuan setiap
perusahaan. Menurut Mulyana (2007), unsur biaya yang terdapat dalam persediaan
diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya
kekurangan persediaan. Handoko (1999: 336–338) menyebutkan bahwa dalam pembuatan
sebuah keputusan yangakan memengaruhi besarnya (jumlah) persediaan, manajer
oprasional harus mempertimbangkan biaya-biaya variabel yang terkait dengan pengadaan
persediaan.
a. Biaya Penyiapan
Biaya penyiapan adalah biaya yang dikeluarkan sejak Perusahaan memproduksi
bahan-bahan dasar dalam pabrik sendiri. Dengan demikian, perusahaan
menghadapi biaya penyiapan (setup cost) untuk memproduksi komponen tertentu.
b. Biaya Pemesanan (Pembelian)
Setiap kali bahan dipesan, perusahaan akan menanggung biaya pemesanan. Biaya
pemesanan meliputi pemrosesan pesanandan biaya ekspedisi, upah pegawai, biaya
telepon dan Internet, pengeluaran surat-menyurat, biaya pengepakan dan
penimbangan, biaya pemeriksaan (inspeksi) penerimaan, biaya pengiriman
kegudang, dan biaya utang lacar.
c. Biaya Penyimpanan
Biaya penyimpanan (holding cost atau carrying cost) tergantung pada kuantitas
persediaan. Semakin besar kuantitas bahan yang disimpan maka biaya
penyimpanan per periode akan semakin tinggi