Teori komunikasi dialektis atau dialogis Leslie Baxter. Beliau
menggambarkan teorinya sebagai dialektis yang berarti bahwa hubungan
merupakan sebuah tempat yang menangani pertentangan. Dialektis mengacu
pada sebuah tekanan antara kekuatan-kekuatan yang berlawanan dalam sebuah
sistem, sedangkan dialog adalah suara-suara berbeda yang menyatu dalam
sebuah percakapan. Ketika Baxter mengemukakan bahwa hubungan adalah
dialogis dan dialektis, ia bermaksud bahwa tekanan hubungan ditangani melalui
pembicaraan yang selaras.
Asumsi dasar teori bahwa ketika kita berhubungan dengan orang lain pasti
ada ketegangan-ketegangan atau konflik antar individu. Konflik tersebut terjadi
ketika seseorang mencoba memaksakan keinginannya satu terhadap yang lain
atau disebut dengan hubungan mengalami kontradiksi dialektis (Baxter, 2009 :
150 ).
Baxter memperkenalkan empat elemen dasar dalam perspektif dialektis
(Baxter, 2009 : 153), yaitu:
Totalitas (totality) yaitu menyatakan bahwa dalam suatu hubungan orang-
orang saling bergantung satu sama lain. Ini berarti bahwa ketika sesuatu
terjadi pada salah satu anggota dalam hubungan, maka anggota yang lain juga
akan terpengaruh. Totalitas juga berarti bahwa konteks budaya dan sosial
mempengaruhi proses yang terjadi.
Kontradiksi (contradiction) yaitu merujuk pada oposisi dua elemen yang
bertentangan. Kontradiksi merupakan ciri utama dari pendekatan dialektika,
sedangkan dialektika sendiri merupakan hasil dari oposisi-oposisi.
Pergerakan (motion) yaitu merujuk pada sifat berproses dari suatu hubungan
dan perubahan yang cenderung terjadi seiring dengan berjalannya waktu.
Praksis (praxis) yaitu kemampuan manusia sebagai pembuat sebuah
keputusan. Walaupun tidak sepenuhnya mempunyai pilihan bebas pada setiap
kesempatan dan adanya pembatasan yang diakibatkan oleh pilihan-pilihan
yang telah dibuat sebelumnya ataupun diakibatkan oleh pilihan orang lain
