Komunikasi merupakan hal penting yang tidak dapat di pisahkan dalam
kehidupan manusia. Komunikasi adalah hal dasar dalam berlangsungnya kehidupan
antar manusia karena manusia merupakan makhluk sosial yang selalu
berkomunikasi dengan manusia lain dalam menyampaikan pesan, ide, dan gagasan.
Definisi komunikasi menurut Deddy Mulyana menjelaskan dalam buku
“Pengantar Ilmu Komunikasi”:
“Kata Komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari
kata Latin communis yang berarti “sama”, communico, comunicatio, atau
communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah
pertama communis adalah istilah yang paling sering disebut sebagai asal-
usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata latin lainnya yang
mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau
suatu pesan dianut secara sama” (Mulyana, 2007: 4).
Komunikasi menurut Harold Laswell sebagaimana dikutip oleh Rismawaty,
dkk dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi:
“Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses menjelaskan siapa,
mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa dan dengan akibat apa
atau hasil apa (who says what in which channel to whom and with what
effect). (Laswell dalam Rismawaty, dkk 2014:67)
Definisi Hovland di atas menunjukan bahwa yang dijadikan objek studi
ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi, melainkan juga pembentukan
pendapat umum (Public opinion) dan sikap publik (Public attitude) yang dalam
kehidupan sosial dan kehidupan politik memainkan peranan yang amat penting.
Bahkan dalam definisinya secara khusus mengenai pengertian komunikasinya
sendiri, Hovland mengatakan bahawa komunikasi adalah proses mengubah
perilaku orang lain (Communication is the process to modify the behavior of other
individuals). (Hovland dalam Effendy, 2009: 10)
Selain itu definisi komunikasi menurut Everett M. Rogers sebagaimana
dikutip oleh Deddy Mulyanan dalam buku “Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar”:
“Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada
suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku
mereka” (Rogers dalam Mulyana, 2007: 62)
