Menurut Mifta Thoha dalam bukunya “Kepemimpinan Dalam Manajemen”
mendefinisikan bahwa gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang
digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi
perilaku orang lain seperti yang ia lihat. (Thoha, 2013: 49)
Macam-macam gaya kepemimpinan antara lain:
a. Gaya Kepemimpinan Otokratik
Menurut (Danim, 2004: 75) kata otokratik diartikan sebagai
tindakan menurut kemauan sendiri, setiap produk pemikiran dipandang
benar, keras kepala, atau rasa aku yang keberterimaannya pada khalayak
bersifat dipaksakan. Kepemimpinan otokratik disebut juga kepemimpinan
otoriter.
Menurut (Danim, 2004: 75) pemimpin otokratik memiliki ciri-ciri
antara lain:
1) Beban kerja organisasi pada umumnya ditanggung oleh pemimpin.
2) Bawahan, oleh pemimpin hanya dianggap sebagai pelaksana dan
mereka tidak boleh memberikan ide-ide baru.
3) Bekerja dengan disiplin tinggi, belajar keras, dan tidak kenal lelah.
4) Menentukan kebijakan sendiri dan kalaupun bermusyawarah
sifatnya hanya penawar saja.
5) Memiliki kepercayaan yang rendah terhadap bawahan dan kalaupun
kepercayaan diberikan, didalam dirinya penuh ketidak percayaan.
6) Komunikasi dilakukan secara tertutup dan satu arah.
7) Korektif dan minta penyelesaian tugas pada waktu sekarang.
b. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Menurut (Danim, 2004: 75) kepemimpinan demokratis bertolak dari
asumsi bahwa hanya dengan kekuatan kelompok, tujuan-tujuan yang
bermutu tercapai.
Menurut (Danim, 2004: 76) pemimpin demokratis memiliki ciri-ciri
antara lain:
1) Beban kerja organisasi menjadi tanggung jawab bersama personalia
organisasi itu.
2) Bawahan, oleh pemimpin dianggap sebagai komponen pelaksana
secara integral harus diberi tugas dan tanggung jawab.
3) Disiplin akan tetapi tidak kaku dan memecahkan masalah secara
bersama.
4) Kepercayaan tinggi terhadap bawahan dengan tidak melepaskan
tanggung jawab pengawasan
5) Komunikasi dengan bawahan bersifat terbuka dan dua arah.
c. Gaya Kepemimpinan Permisif
Menurut (Danim, 2004: 76) pemimpin permisif merupakan
pemimpin yang tidak mempunyai pendirian yang kuat, sikapnya serba
boleh. Pemimpin memberikan kebebasan kepada bawahannya, sehingga
bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat terhadap suatu
permasalahan. Pemimpin yang permisif cenderung tidak konsisten terhadap
apa yang dilakukan.
Menurut (Danim, 2004: 77) pemimpin permisif memiliki ciri-ciri
antara lain:
1) Tidak ada pegangan yang kuat dan kepercayaan rendah pada diri
sendiri.
2) Mengiyakan semua saran.
3) Lambat dalam membuat keputusan.
4) Banyak “mengambil muka” kepada bawahan.
5) Ramah dan tidak menyakiti bawahan.
