Perencanaan merupakan fungsi dan tugas pertama seorang pemimpin dalam
hal ini kepala sekolah. Perencanaan merupakan suatu arah tindakan yang
telah ditetapkan terlebih dahulu. Karena itu, Edhy Sutana (2003: 43-44)
mendefinisikan rencana sebagai penggabungan antara tujuan yang hendak
dicapai dan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan untuk mencapai tujuan
tersebut. Membuat perencanaan yang baik dapat dilakukan dengan cara
memahami dan menerapkan konsep dan cara kerja e-Leadership. Konsep dan
penerapan cara kerja e-Leadership dalam kegiatan perencanaan adalah suatu
konsep pembuatan dan penggunaan teknologi informasi yang dapat
mendukung perumusan dan pembuatan perencanaan seorang kepala sekolah.
Pengorganisasiaan merupakan salah tugas dan fungsi e-Leadership kepala
sekolah. Kegiatan ini memegang peranan yang penting dalam menentukan
keberhasilan pelaksanaan e-Leadership kepala sekolah dan tingkat prestasi
kinerja yang telah ditetapkan pada tahap perencanaan. Melalui kegiatan
pengorganisasian seorang kepala sekolah dituntut untuk bisa mengatur setiap
kegiatan dan pengalokasian semua sumber daya yang dibutuhkan sehingga
tingkat prestasi kinerja yang telah ditetapkan dapat dicapai. Konsep dan cara
kerja e-Leadership dapat diterapkan pada kegiatan pengorganisasian dengan
cara menciptakan sumber daya manusia yang mengerti teknologi.
Pengarahan dan Pendelegasian untuk dapat mencapai target prestasi kinerja
yang sudah direncanakan dan ditetapkan, seorang kepala sekolah harus bisa
memberikan pengarahan dan melakukan pendelegasian kepada bawahannya
dengan baik. Dengan menerapkan konsep dan cara kerjae-Leadership, maka
kepala sekolah dapat memberikan pengarahan dan pendelegasian tugas
kepada bawahan dengan menggunakan berbagai media teknologi informasi
misalnya e-mail, yahoo messenger dan software lainnya. Dengan demikian,
penerapan konsep dan prinsip kerja e-Leadership memungkinkan kepala
sekolah dapat melakukandan melaksanakan fungsi pengarahan dan
pendelegasian.
Pengendalian merupakan kegiatan yang memungkinkan kegiatan-kegiatan
dilaksanakan sesuai dengan perencanaan (rencana) yang telah ditetapkan
sebelumnya. Masing-masing kepala sekolah sebagai organisatoris
memerlukan pengendalian untuk menilai prestasi yang dihasilkan. Melalui
pengendalian seorang pemimpin dapat menggambarkan suatu perbandingan
antara kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan. Konsep dan cara kerja
e-Leadership dapat diterapkan dalam kegiatan pengendalian dengan cara
membangun sistem informasi dan komunikasi yang dapat menunjang suatu
pengendalian yaitu pengendalian para kepala sekolah, guru dan admistrasi
sekolah Madrasah Aliyah Swasta dalam menerapkan teknologi informasi dan
komunikasi ke para murid-muridnya dan sebaliknya kepala sekolah dan guru
harus mengerti dulu tentang TIK dalam menunjang keberhasilan sekolah
dalam e-Leadaership yang sudah direncanakan. Pengendalian adalah faktor
yang penting dalam menunjang dalam suatu keberhasilan sekolah tersebut.
