Perkembangan teknologi khususnya penggunaan dunia maya sudah tidak
asing lagi bagi masyarakat. Salah satu bentuk kemajuan internet adalah muncul
apa yang disebut cyber world atau dunia maya. Dimana kita dapat mengakses
kapanpun, dimanapun, hubungan secara langsung ataupun tidak langsung. Burhan
Burgin (2009:296), teori komunikasi dunia maya atau yang sering dikenal dengan
teori cyber community merupakan teori paling akhir dalam pengembangan ilmu
komunikasi atau sosiologi komunikasi. Cyber world melahirkan berbagai macam
komponen yaitu salah satunya cyber community. Shin Sunghee; Eun Kyong Cho
(2003:51) memaknai masyarakat virtual dalam konteks definisi classweb
discussion board, yang dikatakannya bukan hanya sekedar sebagai alat
pembelajaran, namun juga sebagai masyarakat virtual. (hal. 51). Shin dan Cho
mengacu secara definitif kepada karya McKenna (1998) yang mengatakan bahwa
masyarakat virtual adalah sebuah territorial baru dimana orang-orang terhubung
oleh kepentingan, nilai, tujuan, dan skill profesional yang sama, namun tidak
memerlukan waktu yang sama atau ruang geografi. Dengan begitu, pemahaman
ini berarti kategori masyarakat virtual tidak hanya pada ruang cyber saja
melainkan ada juga beberapa cara lain misalnya saja komunikasi berbasis telepon
atau komunitas korespondensi berbasi pos. Mereka secara implisit memaknai
masyarakat virtual tidak melulu yang harus bersinggungan dengan cyberspace,
melainkan dengan segala hal yang menggunakan alat teknologi untuk dapat
berkomunikasi kapan saja dan dimana saja.
