Gaya kepemimpinan yang tepat mampu mencerminkan besarnya tanggung
jawab atasan kepada karyawannya. Ketika karyawan mendapat contoh kepemimpinan
yang tepat dari atasan, hal ini mampu mendorong karyawan untuk bersikap disiplin
didalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, diharapkan
para pimpinan mampu memberikan contoh yang tepat bagi para karyawan ataupun
pegawainya. Beberapa pengertian gaya kepemimpinan menurut para ahli adalah
sebagai berikut:
- Kartono (2008), gaya kepemimpinan adalah kebiasaan, watak, sifat, kepribadian,
tempramen yang membedakan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang
lain. - Rivai (2014), gaya kepemimpinan adalah sekumpulan startegi yang digunakan
seorang pemimpin untuk memengaruhi para karyawan agar sasaran organisasi
tercapai atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola strategi
atau pola perilaku yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin. - Hasibuan (2013), gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang dilakukan oleh seorang
pemimpin untuk dapat memengaruhi karyawan, agar mau bekerja sama dan bekerja
secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi. - Supardo (2006), gaya kepemimpinan adalah suatu proses yang dilakukan seorang
pemimpin secara komples dimana bertujuan untuk memengaruhi orang lain untuk
mencapai suatu misi, tugas atau suatu sasaran dan mengarahkan organisasi dengan
cara yang lebih masuk akal. - Robbins, S,P dan M Coulter, 2010:6 gaya kepemimpinan ialah seorang pemimpin
yang melakukan pengawasan terhadap pekerjaan karyawan, sehingga sasaran-sasaran
organisasi dapat dicapai dengan perilaku atau gaya seorang pemimpin tersebut.
Pada dasarnya pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu
menyelesaikan berbagai masalah yang kompleks disertai dengan kreatifitas yang ada.
Kepala Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan Sekretariat Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara (DKJN), Neil E Prayoga dalam kegiatan knowledge
sharing mengatakan bahwa pemimpin yang bertranformasi adalah pemimpin yang
mampu menginspirasi, memiliki solusi yang kreatif, dan mampu memenuhi
kebutuhan organisasi. Selain itu, Robbins dkk (2010) mengatakan bahwa pemimpin
yang baik bukanlah pemimpin yang menyelesaikan masalah pribadinya, tetapi
pemimpin yang berupaya membantu orang lain untuk menyelesaikan tanggung
jawabnya dengan baik
