Ada beberapa macam gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh Robbins (2006)
yaitu:
- Kepemimpinan Kharismatik
Gaya kepemimpinan yang membuat karyawan terpukau oleh kemampuan pemimpin
yang luar biasa. Pemimpin kharismatik dapat memengaruhi karyawan dengan cara
mengutarakan visi misi dengan jelas yang berhubungan antara masa kini dan masa
depan sehingga membuat karyawan merasa tertarik untuk mengikuti. Selain itu
pemimpin juga mengkomunikasikan bahwa karyawan dapat mencapai kinerja
tersebut dengan baik, sehingga membuat karyawan semakin percaya diri. Pemimpin
juga akan memberikan contoh perilaku yang baik agar karyawan dapat mencontoh
perilaku tersebut. Karyawan yang bekerja pada pemimpin kharismatik termotivasi
untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. - Kepemimpinan Transformasional
Kepemimpinan transformasional yakni pemimpin yang mengisnpirasi dan
mengkomunikasikan kepada karyawan untuk melakukan tanggung jawab yang
melebihi kepentingan pribadi mereka demi kepentingan perusahaan. Kepemimpinan
transformasional dapat mengubah pola pikir karyawan dari cara berpikir dengan pola
lama menjadi baru dalam hal menyelesaikan masalah. Selain itu, pemimpin juga
dapat membuat karyawan bergairan dalam bekerja, dan mampun membangkitkan
semangat karyawan. - Kepemimpinan transaksional
Kepemimpinan transaksional adalah pemimpin yang dapat memotivasi pengikut
mereka untuk menuju sasaran perusahaan yang ditetapkan dengan memperjelas tugas
dan tanggung jawab karyawan. Pemimpin transaksional menjanjikan imbalan untuk
karyawan yang memiliki kinerja yang baik dan pemimpin juga akan mengakui
pencapaian yang diraih karyawan. - Kepemimpinan visioner
Kepemimpinan visioner adalam pemimpin yang memiliki kemampuan untuk
menciptkan visi yang realitis, menarik da kredibel mengenai masa depan organisasi.
Visi memberikan gairan yang baru untuk menuju masa depan yang lebih baik, selain
itu visi juga menjadi lompatan besar ke masa depan dengan membangkitkan
keterampilan dan sumber daya. Kepemimpinan visioner memiliki cara dan kualitas
sendiri dalam melaksanakan pekerjaan, yaitu kemampuan mengungkapkan visi
dengan perilaku tidak hanya verbal dan memili kemampuan memperluas visi ke
berbagai konteks.
Sedangkan menurut kartono (2003) gaya kepemimpinan dibagi menjadi 8
diantaranya sebagai berikut: - Kepemimpinan kharismatik
Tipe ini memiliki daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk memengaruhi
orang lain, sehingga memiliki jumlah pengikut yang sangat besar, kepemmpinan ini
memiliki inspirasi, keberanian dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. - Kepemimpinan maternalistik
Tipe kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective yang sangat menojol
dan disertai kasih sayang yang berlebihan. Kepemimpinan ini hampir tidak pernah
memberikan kesempatan pada karyawan untuk berinisiatif dan mengembakan daya
kreativitas mereka sendiri. - Kepemimpinan militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik lebih banyak menggunakan sistem perintah, sangat
keras, otoriter dan kaku. Menuntut untuk selalu adanya disiplin yang keras dan kaku
kepada karyawan. Tetapi yang patut diperhatikan disini adalah pada takaran seorang –
leader yaitu, perlu memperhitungkan kapan baiknya menggunaka tipe militeristik. - Kepemimpinan eksekutif
Kepemimpinan eksekutif adalah seorang pemimpin yang mampu menyelenggarakan
tugas dan tanggungjawab administrasi secara efektif. - Kepemimpinan laissez faire
Tipe kepemimpinan laissez faire ini adalah leader yang tdiak memimpin dan
membiarkan karyawan untuk berbuat semau nya. Selain itu leader juga tidak
berpartisipasi sedikit pun dan membiarkan tanggung jawab dilakukan karyawannya. - Kepemimpinan populistis
Tipe kepemimpinan populistis ini adalah leader yang masih berpegang teguh pada
tradisional dan tidak mempercayai dukungan dari pihak asing. Kepemimpinan jenis
populistis mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme. - Kepemimpinan otokratis
Kepemimpinan otokratis adalah pemimpin yang mendasarkan diri pada kekuasaan da
paksaan mutlak yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan. Pemimpin tipe otokratis
akan bersikap baik kepada karyawan hanya apabila mereka patuh. - Kepemimpinan demokratis
Kepemimpinan demokratis adalah pemimpin yang menghargai potensi setiap
karyawan dan mau mendengarkan pendapat karyawan. Tipe demokratis mampu
memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada kondisi yang tepat
