Hasibuan (2016: 172) membagi gaya kepemimpinan sebagai berikut:
- Kepemimpinan Otoriter
Kepemimpinan Otoriter adalah kekuasaan atau wewenang, sebagian
besar mutlak berada pada pimpinan kalau pimpinan itu menganut sistem
sentralisasi wewenang. Pengambilan keputusan dan kebijaksanaan hanya
ditetapkan sendiri oleh pemimpin, bawahan tidak diikutsertakan untuk
memberikan saran, ide, dan pertimbangan dalam proses pengambilan
keputusan. - Kepemimpinan Partisipatif
Kepemimpinan Partisipatif adalah apabila dalam kepemimpinannya
dilakukan dengan cara persuasif, menciptakan kerja sama yang serasi,
menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi para bawahan. Pemimpin akan
mendorong kemampuan bawahan mengambil keputusan. - Kepemimpinan Delegatif
Pemimpin mendelegasikan wewenang kepada bawahan dengan agak
lengkap. Dengan demikian bawahan dapat mengambil keputusan dan
kebijaksanaan dengan bebas atau leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya.
Pemimpin tidak peduli cara bawahan mengambil keputusan dan mengerjakan
pekerjaannya, sepenuhnya diserahkan kepada bawahan.
