Perilaku adalah hasil interaksi antara seseorang dengan lingkungan, maka
dalam mempelajari perilaku perlu dipelajari juga hubungan dengan lingkungan.
Lingkungan adalah segala sesuatu yang bisa merangsang seseorang sehingga
menimbulkan suatu tingkah laku yang terdiri dari kumpulan respon. Lingkungan
meliputi segala hal diluar diri seseorang maupun dalam diri seseorang baik
bersifat fisik maupun ide yang berpengaruh dan menjadi sumber rangsangan dan
bias memunculkan suatu reaksi dan respon. Jadi, perilaku adalah setiap cara
reaksi atau respona, makhluk hidup terhadap lingkungan. Perilaku adalah aksi,
reaksi, terhadap perangsangan dari lingkungan (Gunarsa, 2008).
Dalam usaha memahami perilaku manusia, dipakai beberapa cara antara
lain observasi. Observasi adalah melihat perilaku orang lain dan mencari
penyebab atau latar belakang timbulnya perilaku tersebut. Observasi bisa
dilanjutkan dengan wawancara. Wawancara bisa dilakukan secara langsung
terhadap orang yang sedang diamati. Mempelajari perilaku seseorang dalam
kaitanya hubungan timbal balik dengan lingkungan bisa dilakukan dengan
observasi, wawancara, analogi, serta ikut merasakan dan intuisi (Gunarsa, 2008).
Menurut Gunarsa (2008), perilaku terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
- Perilaku tertutup atau terselubung (covert behavior) perilaku ini meliputi
aspek mental seperti persepsi, ingatan, perhatian. Perilaku terselubung
akan terjadi karena beberapa hal, yaitu:
a. Kognisi, penyadaran melalui proses penginderaan terhadang rangsang
atau interpretasi. Perilaku meliputi segala hal berupa reaksi terhadap
rangsang, menyadarinya dan memberi arti atau belajar dan mengingat
apa yang dipelajari.
b. Emosi, efek, perasaan, suasana didalam diri yang dimunculkan oleh
penyadaran terhadap isi rangsangan. Emosi adalah kekuatan, perasaan
yang relative tidak dapat dikontrol, yang mempengaruhi perilaku.
c. Konasi, pemikiran dan pengambilan keputusan untuk memilih sesuatu
bentuk perilaku.
d. Penginderaan, meliputi penyampaian atau penghantaran pesan sampai
ke susunan syaraf pusat dan pusat penginderaan. - Peilaku terbuka (overt behavior), adalah jenis perilaku yang bias langsung
dilihat misalnya jalan, lari tertawa, menulis, dan sebagainya. Perilaku
terbuka dibagi menjadi tiga yaitu:
a. Perilaku yang disadari, dilakukan dengan kesadaran penuh, tergantung
aksi dalam otak besar (voluntary movement yang berkaitan dengan
cerebrum).
b. Perilaku reflektoris, gerakan refleks yang dalam tahap pertama
berkaitan dengan sumsum tulang belakang belum disadari, bila kesan
sudah sampai ke pusat persyarafan. Perilaku diluar pengaruh
kehendak, tidak disadari dan berpusat pada sumsum penyambung
(medulla oblongata) atau gerakan otot karena kepekaan otot.
