Konsumen


Menurut Ujang Sumarwan (2011) Istilah konsumen sering diartikan
sebagai dua jenis konsumen, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi.
Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk digunakan digunakan
sendiri. Misalnya membeli pakaian, sepatu dan sabun. Konsumen individu
membeli barang dan jasa yang akan digunakan oleh anggota keluarga yang lain,
misalnya susu formula untuk bayi atau digunakan oleh seluruh anggota keluarga,
misalnya TV, furnitur, rumah dan mobil. Konsumen individu mungkin juga
membeli barang dan jasa untuk hadiah teman, saudara atau orang lain. Dalam
konteks barang dan jasa yang dibeli kemudian digunakan langsung oleh individu
sering disebut sebagai “pemakaian akhir” atau “konsumen akhir”.
Jenis kedua adalah konsumen organisasi, yang meliputi organisasi bisnis,
yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah dan lembaga lainnya (sekolah,
perguruan tinggi dan rumah sakit). Semua jenis organisasi ini harus membeli
produk peralatan dan jasa-jasa lainya untuk menjalankan seluruh kegiatan
organisasinya. Pabrik mie instan misalnya harus membeli bahan baku seperti
tepung terigu, bumbu-bumbu dan bahan baku lainnya untuk membuat dan menjual
produk mie instan. Demikian juga perusahaan jasa seperti perusahaan asuransi
harus membeli alat tulis, computer dan kendaraan untuk bisa menghasilkan jasa
yang akan dijualnya.
Konsumen individu dan konsumen organisasi adalah sama pentingnya.
mereka memberikan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi, tanpa konsumen individu, produk dan jasa yang dihasilkan
perusahaan tidak mungkin bisa laku terjual. Secara langsung konsumen individu
mempengaruhi kemajuan dan kemunduran perusahaan. Produk sebaik apapun
tidak aka nada artinya bagi perusahaan jika mereka tidak dibeli oleh konsumen
individu. Konsumen individu merupakan tulang punggung perekonomian
nasional, sebagian besar pabrik dan perusahaan serta sektor pertanian
menghasilkan produk dan jasa untuk digunakan oleh konsumen akhir. Konsumen
merupakan sumber pendapatan bagi perusahaan dan faktor terpenting yang harus
dijadikan perhatian serius, oleh karena itu kegiatan dan kebutuhan konsumen
harus dapat terpenuhi oleh perusahaan. Konsumen akan kembali membeli jika
pelayanannya baik dan produk yang mereka cari juga tersedia. Pelayanan yang
baik adalah perlu seperti keramahan, harga murah, tata ruang yang tersedia tidak
terlalu sempit dan tidak terlalu luas dan sebagainya.
Menurut Sudarmiatin (2009) konsumen adalah orang atau organisasi yang
membeli barang atau jasa untuk dikonsumsi atau dijual kembali atau diolah
menjadi barang lain lebih lanjut. Dengan demikian yang disebut konsumen tidak
hanya meliputi konsumen akhir, tetapi juga jonsumen antara dan konsumen
industri.
Maka dapat diartikan bahwa perilaku konsumen merupakan suatu
kegiatan, tindakan, serta proses psikologi yang mendorong tindakan tersebut pada
saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan
jasa setelah melakukan kegiatan mengevaluasi. Perilaku konsumen adalah studi
tentang unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan
perolehan, konsumsi dan pengembangan barang, jasa, pengalaman, serta ide-ide
(Sumarwan dalam Alim, 2008)