Kualitas Produk


Menurut Kotler dan Amstrong (2011:299), kualitas produk adalah
kemampuan produk untuk menampilkan fungsinya, termasuk waktu
kegunaan dari produk, kehandalan, kemudahan, dalam penggunaan dan
perbaikan, dan nilai-nilai yang lainnya.
Selain itu pendapat Handoko (2002: 23) yang membicarakan tentang
kualitas. Kualitas adalah penilaian suatu keadaan dari barang produk atau
barang yang telah sesusai diukur berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
Maksud dari teori ini adalah kualitas menjadi tolak ukur dalam
penilaian. Apabila semakin baik standar kesesuaian yang ditetapkan maka
semakin baik juga kualitas produk tersebut.
Menurut Tjiptono (2008: 25-26) indikator kualitas produk meliputi:
1) Kinerja (performance) merupakan penilaian dari karakteristik pokok dari
produk inti yang dibeli.
2) Keistimewaan tambahan (features) merupakan karakteristik sekunder
pelengkap dari produk inti.
3) Keandalan (reliability) yaitu peluang yang kecil atas kegagalan tau
kerusakan produk.
4) Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications) yaitu
kecocokan dari disain dan operasi yang telah ditetapkan oleh standar yang
sudah ada.
5) Daya tahan (durability) adalah seberapa lamakah produk tersebut dapat
terus dipakai atau digunakan.
6) Kemampuan diperbaiki (Serviceability) maksudnya disini adalah mudah
diperbaiki atau reparasi.
7) Estetika (aestethic) yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.
Misalnya bentuk design dan warna produk yang menarik.
8) Kualitas yang dipersepsikan (perceived qualiy) maksudnya adalah citra
atau reputasi produk serta tanggung awab perusahaannya. Misalnya pembeli
yang kurang memiliki pengetahuan dalam produk yang akan dibeli, maka
pembeli tersebut akan mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama
merk. Iklan, reputasi perusahaan maupun negara pembuatnya.
Salah satu yang mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang
adalah produk itu sendiri. Menurut Hadi (dalam Dinawan, 2010:15)
konsumen akan menyukai dan memutuskan membeli produk yang
menawarkan kualitas, kinerja dan pelengkap inovatif yang terbaik.
Perusahaan menciptakan kepuasan dan nilai bagi pelanggan secara konsisten
dan secara menguntungkan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen
akan kualitas. Saat ini kualitas sudah menjadi sebuah keharusan untuk
perusahaan agar dapat bersaing, karena perusahaan yang mempunyai kualitas
lah yang akan berhasil di pasarnya.