Minat beli adalah kecendrungan sikap konsumen yang tertarik terhadap
suatu barang atau jasa kemudian mengambil tindakan atau keputusan yang
berhubungan dengan pembelian melalui berbagai tahapan dan tingkat
kemungkinan sampai dengan kemampuan untuk membeli suatu produk atau
jasa. Menurut Kotler dan Amstrong (2012) minat beli adalah sesuatu yang
timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, lalu muncul
keinginan untuk membeli dan memilikinya. Adapun pendapat lain menurut
Schiffman dan Kanuk (2009) minat beli adalah sesuatu kekuatan psikologis
yang ada di dalam individu, yang berdampak pada sebuah tindakan. Minat beli
dianggap sebagai pengukuran kemungkinan konsumen membeli produk
tertentu dimana tingginya minat beli berdampak pada kemungkinan yang cukup
besar dalam terjadinya keputusan pembelian.
Minat beli menciptakan suatu motivasi yang akan terus terekam dalam
pikiran konsumen dan menjadi suatu keinginan yang sangat kuat yang pada
akhirnya ketika akan memenuhi kebutuhannya mereka akan merealisasikan apa
yang ada dalam pikiraannya. Menurut Schiffman dan Kanuk (2009) bahwa
motivasi sebagai kekuatan dorongan dari dalam diri individu yang memaksa
mereka untuk melakukan tindakan. Jika seseorang mempunyai motivasi yang
tinggi terhadap obyek tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilaku
menguasai produk tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah, maka dia akan
mencoba untuk menghindari obyek tersebut.
