Kepemimpinan Transformasional

Jp. Chaplin dalam kamus psikologi (2006:272) pemimpin adalah seseorang yang
membimbing, mengatur, menunjukkan, memerintah atau mengontrol kegiatan kelompok
yang dipimpinnya.
Kartini Kartono (2011:38) Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki
kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan disatu atau beberapa
bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain atau pengikut untuk bersama-
sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa
tujuan.
Henry Pratt Fairchild (1960, dalam kartini kartono 2011:38) pemimpin dalam arti
luas ialah seorang yang memimpin dengan jalan memprakasai tingkah laku sosial
dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya pengikut
melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Sedangkan dalam pengertian yang terbatas
pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas
persuasifnya dan akseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.
Hasibuan (2005), pemimpin adalah seseorang dengan wewenang
kepemimpinannya untuk mengarahkan bawahannya dalam mengerjakan sebagian dari
pekerjaannya untuk mencapai tujuan.
Kita sering mendengar, bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi
sebagian besar ditentukan oleh pemimpin dan kepemimpinannya, seperti yang
dikatakan oleh Miftah Thoha (1988:1) “Pemimpinlah yang bertanggung jawab atas
kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan”. Hal ini menunjukan bahwa posisi pemimpin
dalam suatu organisasi sangatlah penting.
Kepemimpinan menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:874) adalah cara
memimpin suatu organisasi meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan
organisasi dan memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan serta
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.
Menurut Sofyan Syafri Harahap (1996:233), Kepemimpinan adalah proses
mempengaruhi orang lain yang dimaksud untuk membentuk perilaku yang sesuai
dengan kehendak pemimpin.
Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan merupakan sekumpulan dari
serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan
untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan para pengikut agar mereka
mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela,
penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.
Kepemimpinan menurut Kimball Young (kartini kartono, 2011:58) adalah bentuk
dominasi yang didasari kemampuan pribadi, yang sanggup mendorong atau mengajak
orang lain untuk berbuat sesuatu berdasarkan akseptansi/penerimaan oleh
kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi tertentu.
Gorda (2004) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah sifat atau karakter serta
cara seseorang dalam membina dan menggerakkan seseorang atau sekelompok orang
agar bersedia, berkomitmen, serta setia untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan
tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut kamus karya ilmiah popular, bahwa transformasi adalah pengubahan,
pemindahan (Taufiqurrochman, 2003)
Suryo (2010), mengatakan kepemimpinan transformasional sebagai
“kepemimpinan untuk memberi inspirasi dan memotivasi para pengikut untuk mencapai
hasil-hasil yang lebih besar daripada yang direncanakan secara orisinil dan imbalan
internal. Kepemimpinan transformasional bukan sekedar mempengaruhi pengikutnya
untuk mencapai tujuan yang diinginkan, melainkan lebih dari itu bermaksud ingin
merubah sikap dan nilai-nilai dasar para pengikutnya melalui pemberdayaan.
Pengalaman pemberdayaan para pengikutnya meningkatkan rasa percaya diri untuk
terus melakukan perubahan walaupun mungkin ia sendiri akan terkena dampak dalam
perubahan itu.
Kepemimpinan transformasional didefinisikan sebagai kepemimpinan dimana
para pemimpin menggunakan kharisma, stimulasi intelektual untuk melakukan
transformasional dan merevitalisasi organisasinya. Menurut Hakim (2011), para
pemimpin yang transformasional lebih mementingkan revitalisasi para pengikut dan
organisasinya secara menyeluruh ketimbang memberikan instruksi-instruksi yang
bersifat Top Down. Selain itu pemimpin yang transformasional lebih memposisikan
dirinya sebagai mentor yang bersedia menampung aspirasi para bawahannya.
Sucipto (2008), pemimpin dikatakan transformasional terutama diukur dalam
hubungannya dengan efek kepemimpinan terhadap pengikut.Para pengikut seorang
pemimpin dengan kepemimpinan transformasional akanmerasa adanya kepercayaan,
kekaguman, kesetiaan, dan hormat terhadap dirinya.
Berdasarkan beberapa pendapat para tokoh di atas maka dapat disimpulkan
bahwa Kepemimpinan Transformasional adalah kepemimpinan yang mampu
menginspirasi, mengarahkan dan menggerakkan pengikut untuk melakukan perubahan
melalui pemberdayaan dalam mencapai tujuan tertentu