Menurut (Mencarelli & Riviere,2014) pengukuran nilai yang diraskan
yang paling efektif untuk dilakukan ialah B2C adalah pendekatan analytical
multidimensional conceptualization of value. Dikatakan demikian dikarenakan
sebuah nilai dapat diukur secara mendalam dari berbagai macam sumber
penilaian karena perubahan nilai yang dirasakan oleh konsumen seiring waktu
Menurut Sweeney & Soutar dalam Tjiptono (2011:36) terdapat 4 aspek dalam
indikator nilai yang dirasakan, yaitu:
- Nilai emosional (Emosional value)
Ialah aspek yang berasal dari perasaan atau emosi positif yang berasal
dari mengonsumsi produk tertentu. Dengan asumsi pada posisi ini
konsumen mengevaluasi beberapa alternatif pilihan dan menggunakan
keterkaitan emosionalnya untuk memilih merek yang di tuju - Nilai sosial (Sosial value)
Ialah kemampuan produk untuk meningkatkan konsep diri sosial
konsumen yang menekankan pada kontak sosial konsumen dengan
seluruh karyawan. Penggunaan produk dan layanan yang dibagikan
dengan orang lain akan meningkatbesarnya penggunaan produk atau
layanan yang dibagi dengan orang lain akan meningkatkan citra diri
perusahaan di antara individu dan sosial dukungan pada pentingnya
reputasi sosial dalam bentuk harga akan memengaruhi - Nilai Kualitas (Quality/performance value)
Ialah indikator yang diperoleh terhadap kinerja yang diaharapkan dari
suatu produk atau jasa. Digambarkan dengan niali secara keseluruhan
pelayanan dan kualitas produk itu sendiri - Nilai harga (Price value)
Ialah indikator yang didapatkan dari persepsi terhadap kinerja yang
diharapkan dari nilai harga suatu produk atau jasa dibandingkan dengan
porsi, pelayanan, maupun tempat yang disediakan
